Dia masuk ke sungai Brantas bersama sepedanya. Diduga rem sepedanya sedang bermasalah. Tim gabungan BPBD Kabupaten Kediri bersama Polsek Ngadiluwih yang mendapat informasi itu langsung menuju ke lokasi untuk melakukan pencarian.
Kapolsek Ngadiluwih AKP Agung Saifudin menjelaskan, sebelum kejadian korban sempat berkunjung ke rumah anaknya di Dusun Mondo, Kecamatan Mojo. Sekitar pukul 09.00, korban berpamitan pulang ke rumahnya di belakang Polsek Kras.
“Sempat ditanya lewat mana, korban (Sihman, Red) bilang mau lewat jembatan Wijaya Kusuma,” ujar Agung.
Namun dari hasil pengecekan CCTV, korban memang melintas ke arah timur melewati jembatan tersebut. Tapi setelah itu, arah perjalanan korban berubah ke utara dan sempat kembali ke barat menuju jalur Tambangan Banggle. Di lokasi itu, korban diduga kehilangan kendali saat hendak menyeberang sungai.
“Saat perahu tambangan masih di sisi barat, korban tidak berhenti. Ia justru terus melaju dan terjun ke sungai,” imbuhnya. Menurut saksi, korban sempat melambaikan tangan sebelum hanyut terbawa arus. Sepeda korban ditemukan tersangkut sekitar dua meter dari titik kejadian.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan adanya masalah pada sistem rem sepeda korban. Dugaan sementara, kondisi itu membuat korban kesulitan menghentikan laju sepedanya ketika berada di bibir sungai.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan keluarga korban. Proses pencarian masih terus dilakukan,” pungkas Agung.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian