JP Radar Kediri- Jumlah warga kota yang melakukan servis sepeda motor meningkat. Fakta ini terjadi di hampir semua bengkel sepeda motor di Kota Kediri. Namun, apakah peningkatan tersebut terkait kasus brebet setelah isi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite, belum bisa dipastikan.
Data peningkatan kasus servis sepeda motor tersebut diperoleh dinas perdagangan dan perindustrian (disperdagin). Setelah mereka mendatangi berbagai bengkel di Kota Kediri.
“Memang ada fenomena peningkatan kendaraan yang diservis. Tetapi kami juga tidak bisa menyimpulkan (penyebab tunggal). Bisa jadi mungkin karena tanggal muda, banyak yang servis. Atau karena musim hujan, atau bisa juga karena BBM yang bermasalah,” kata Kepala Disperdagin M. Ridwan.
Sebelumnya, imbas kasus motor brebet yang juga terjadi di Kota Kediri, disperdagin turun ke bengkel-bengkel. Sedikitnya ada 17 bengkel yang ditinjau Pemkot Kediri Rabu (5/11) lalu. Mereka mengecek langsung kondisi di lapangan setelah sebelumnya dilaporkan banyak motor warga yang brebet atau ngadat setelah diisi Pertalite.
Menurut Ridwan, hasil temuan di beberapa bengkel beragam. Meskipun demikian, pihaknya tetap menindaklanjuti temuan tersebut. Salah satunya dengan menggencarkan edukasi kepada masyarakat. Untuk meminimalisasi kasus serupa kembali terjadi.
“Akan kami agendakan talkshow bersama komponen dan instansi terkait untuk bersama-sama mensosialiasikan dalam rangka merespons fenomena yang viral selama ini terkait BBM yang sempat bermasalah,” tandasnya.
Melalui edukasi itu, masyarakat juga akan diajak untuk sadar dengan potensi pelanggaran hukum. Seperti pemalsuan hingga pengoplosan BBM yang bisa terjadi.
“Dari pihak bengkel juga akan kami hadirkan untuk mengedukasi masyarakat bagaimana caranya menyikapi biar motor nggak gampang rusak, nggak gampang brebet,” beber Ridwan.
Seperti diberitakan, kasus motor brebet mulai banyak terjadi di Kota Kediri sejak 28 Oktober lalu. Banyak masyarakat mengeluhkan motornya brebet usai diisi BBM jenis pertalite.
Menyikapi itu, Pertamina membuka pos aduan di dua SPBU di Kota Kediri. Sejak dibuka, msyarakat mulai melaporkan secara resmi kerusakan motornya. Termasuk mengajukan ganti rugi untuk biaya perbaikan atau servis motor.
Baca Juga: Ini Dampak Kasus Motor Brebet akibat Isi Pertalite, Penjualan BBM SPBU Swasta Naik Drastis
Beberapa kerusakan yang banyak ditemui itu antara lain pada suku cadang busi. Selain itu, tak sedikit masyarakat yang harus merogoh kocek lebih dalam untuk mengganti beberapa suku cadang. Mulai dari filter pompa bahan bakar hingga rotak. Dari laporan yang diterima posko, mayoritas kendaraan yang diadukan merupakan motor matik.(*)
Editor : Mahfud