Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Unik, Kampanye Zero Waste Ini Libatkan Anak-Anak dan Lakukan Ini  

Ayu Ismawati • Senin, 3 November 2025 | 18:23 WIB

 

Bocah-bocah yang mengikuti aksi Suara untuk Bumi di Taman Sekartaji Minggu (2/11).
Bocah-bocah yang mengikuti aksi Suara untuk Bumi di Taman Sekartaji Minggu (2/11).

JP Radar Kediri- Bocah-bocah, usia 3 sampai 13 tahun, ini punya cara unik mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran lingkungan. Mereka mengajak warga mengurangi timbulan sampah, terutama plastik. Caranya dengan menggelar pertunjukan dongeng dan parade karya.

Kampanye peduli lingkungan itu berlangsung kemarin (2/11). Lokasinya di Taman Sekartaji, di Jalan Veteran.  Meskipun pelakunya bocah tapi yang disasar juga orang-orang dewasa.

“Kami bersama anak-anak mengajak siapapun yang hadir di sini untuk sadar bahwa sampah-sampah plastik ini sudah melimpah. Intinya ayo kita cegah dengan dipilah dan diolah,” ujar Ulya, koordinator aksi bertajuk Suara untuk Bumi itu.

Dalam aksinya, bocah-bocah itu juga membawa papan peraga. Isinya ajakan agar masyarakat lebih bijak dalam mengelola sampah. Agar menarik perhatian, para bocah itu juga mengenakan pakaian dari bahan daur ulang.

Selain menyuarakan ajakan peduli lingkungan lewat poster, mereka juga melakukan dengan pembacaan dongeng. Ceritanya tentang lingkungan hidup. Tujuannya agar menggaet lebih banyak anak-anak agar peduli terhadap isu lingkungan.

“Selama ini kalau kita meracuni tentang ajakan untuk merawat bumi kepada orang dewasa kan sering dientahi (diacuhkan, Red). Makanya sasaran kami adalah anak-anak. Dan otomatis dengan sendirinya orang tua akan mendengarkan dan mengikuti dengan sendirinya,” beber perempuan yang juga Kepala Sekolah Alam Ramadhani itu.

Kampanye lingkungan hidup itu juga menurutnya mendesak dilakukan. Terlebih di Kota Kediri yang kesadaran masyarakatnya masih rendah dalam menjaga lingkungan. Salah satunya dari aspek timbulan sampah yang tiap hari kian meningkat dan menggunung di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Sampah itu seharusnya tidak semua harus dibuang ke TPA. Hanya sampah-sampah tertentu yang kita buang ke TPA. Dengan begitu, otomatis gunung sampah tidak akan meninggi dengan cepat,” tandasnya.

Melalui kampanye itu, salah satu yang mereka soroti adalah timbulan sampah plastik sangat besar. Pesan darurat sampah plastik itu juga mereka sampaikan dalam bentuk karya seni. Botol-botol plastik disusun menyerupai air yang mengalir. Menjadi simbol cemaran sampah plastik yang dengan mudahnya meluas.

“Kami miris melihat kondisi sampah saat ini. Kebetulan dari pemerintah sudah ada program zero waste. Tapi (eksekusi di masyarakat) masih banyak yang asal-asalan. (Yang harus ditekankan) bukan bagaimana kita bisa menjual sampah sebanyak-banyaknya. Tetapi budaya dan perilaku mengurangi sampah yang harus ditanamkan,” pungkas Ulya.(*)

Editor : Mahfud
#kampanye Peduli Lingkungan #Taman Sekartaji #mengelola sampah #zero waste