Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Temuan Kasus Pertalite di Kota Kediri: Empat Jam Ada 11 Motor Ngadat, Mesin Langsung Mati Setelah Isi BBM

Ayu Ismawati • Kamis, 30 Oktober 2025 | 03:38 WIB

 

DUA LAPISAN: Mekanik bengkel di Jl Kilisuci menunjukkan endapan berwarna bening di BBM jenis pertalite dari motor pelanggan yang dimasukkan ke dalam botol kemarin.
DUA LAPISAN: Mekanik bengkel di Jl Kilisuci menunjukkan endapan berwarna bening di BBM jenis pertalite dari motor pelanggan yang dimasukkan ke dalam botol kemarin.
KEDIRI, JP Radar Kediri-Keluhan motor brebet alias ngadat setelah diisi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite juga mulai banyak ditemui di Kota Kediri. Kemarin, beberapa bengkel sepeda motor ramai didatangi masyarakat dengan keluhan sama. Yakni, motor mereka brebet atau ngadat setelah diisi pertalite.

Seperti dikatakan oleh Adril, pengemudi ojek online asal Gurah. Kemarin, motornya harus dia bawa ke bengkel karena tiba-tiba mati. Insiden mati mesin itu terjadi sesaat setelah dia mengisi pertalite di SPBU Kelurahan Singonegaran, Pesantren. “Kendaraan tiba-tiba langsung mati, nggak bisa distater,” keluhnya. 

Baca Juga: Aquaplaning Ancam Pengendara di Kediri, Rawan Terjadi saat Musim Penghujan

Saat dicek di bengkel, ternyata terjadi kerusakan pada beberapa komponen kendaraan. Dia pun harus merogoh kocek yang tak sedikit untuk mengganti kerusakan berupa rotak dan filter fuel pump motornya. Diduga, kerusakan itu disebabkan kualitas pertalite yang kurang bagus.

“Saya sempat ngecek, ditunjukkan juga (oleh mekanik). Dan baunya memang berbeda dari biasanya. Seperti ada alkoholnya,” lanjut pria yang harus membayar biaya perbaikan Rp 300 ribu itu.

Baca Juga: Viral Motor Brebet, Polisi bersama Disperindag dan Pertamina Sidak SPBU di Kota Kediri

Insiden motor ngadat kemarin membuat Adril tidak bisa bekerja selama tiga jam. “Next time mungkin ngisi pertamax saja kayaknya,” terangnya kecewa.

Sementara itu, Antok, salah satu mekanik di bengkel di Jl Kilisuci Kota Kediri mengatakan, hingga pukul 12.00 kemarin sudah ada 11 motor yang dibawa ke bengkelnya. Bengkel tempatnya bekerja baru buka pukul 08.00. Selama empat jam beroperasi, belasan motor yang masuk mengeluhkan sama. Yakni, motor brebet atau ngadat dan sulit distarter. 

Baca Juga: Perempuan Asal Kota Malang Meninggal di Kamar Homestay Kota Kediri, Ini Kronologinya

“Kalau masih bisa jalan, rasanya kayak bensin mau habis (ngadat). Kalau yang parah sampai tidak bisa menyala,” terang Antok. Tak hanya kemarin, pada Senin (27/10) lalu juga ada empat kendaraan yang mengeluh brebet. 

Untuk kendaraan yang belum sampai rusak, penanganan dilakukan dengan pengurasan tangki dan mengganti dengan pertamax. Namun, tak sedikit yang sudah mengalami kerusakan komponen kendaraan. Beberapa harus mengganti busi kendaraan. 

Baca Juga: Keluhan Motor Brebet Sasar Warga Kediri, Diduga Terjadi Usai Isi BBM Pertalite

“Ada yang harus ganti pompa bahan bakar dan injector,” papar Antok sembari menyebut biaya penggantian suku cadang yang rusak itu bisa mencapai Rp 300–400 ribu. 

Dalam kesempatan kemarin Antok juga menunjukkan kondisi BBM hasil pengurasan tangki sepeda motor pelanggan. Jika idealnya BBM pertalite berwarna hijau, di bagian bawah muncul endapan cairan berwarna bening.

Baca Juga: Karnaval Sound Horeg di Mojo Kediri Diwarnai Insiden Pemukulan Penonton, Ini Kronologinya

 “Kayak ada lemak-lemaknya. Itu yang jadi penyumbat saluran bahan bakar,” tandas Antok sambil menunjukkan endapan cairan berwarna bening di botol.

Tak hanya di bengkel Jl Kilisuci, di bengkel AHASS Jl HOS Cokroaminoto juga banyak pemilik kendaraan yang mengeluh brebet. Kepala Bengkel AHASS Jl HOS Cokro Aminoto Saputra mengatakan, dari total 45 unit motor yang diservis, ada 15 yang motornya ngadat setelah mengisi pertalite.

Baca Juga: Honda Vario Tabrak Pejalan Kaki saat Menyebrang di Kota Kediri, Begini Kondisi Korban

Mekanik pun melakukan treatment dengan menguras tangki dan mengganti busi motor. “Saat dicek, aroma BBM-nya sangat menyengat,” jelas Putra.

Mayoritas motor yang ngadat itu menurut Putra merupakan sepeda motor baru. Penggunaannya maksimal baru 1.000 kilometer. Motor kinyis-kinyis itu ngadat setelah diisi pertalite dan harus diganti businya.

Baca Juga: Mobil Wuling Seruduk Enam Motor di Pare Kediri, Begini Kronologinya

Selain kemarin, menurut Putra pada Senin (27/10) lalu justru lebih banyak lagi sepeda motor yang ngadat. Jumlahnya sampai 18 unit sepeda motor. “Minggu (26/10) kemarin juga ada (yang ngadat). Tapi hanya empat motor karena yang servis memang tidak banyak,” urainya sembari menyebut ada pemilik motor yang sampai beli pertamax di botol setelah tangki kendaraannya dikuras.

Terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, pihaknya sudah menindaklanjuti laporan masyarakat terkait motor ngadat setelah mengisi pertalite. Khususnya yang sudah lebih dulu ditemukan di wilayah Tuban. 

Baca Juga: Innalilahi, Petani Asal Ngasem Kediri Meninggal Dunia karena Tertimpa Gapura Perumahan

Ahad beralasan, proses distribusi BBM sudah dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Termasuk pemeriksaan mutu produk melalui uji laboratorium sebelum disalurkan kepada masyarakat. 

Dengan banyaknya keluhan motor ngadat, Pertamina melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan terhadap produk pertalite dari Fuel Terminal Tuban. Mereka juga membuka posko pelaporan masyarakat di Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban. 

Baca Juga: Innalilahi, Petani Asal Ngasem Kediri Meninggal Dunia karena Tertimpa Gapura Perumahan

“Untuk wilayah lain yang belum tercantum, masyarakat bisa melapor ke SPBU terakhir melakukan pembelian BBM,” pinta Ahad. 

Ahad menegaskan, pelaporan ke SPBU terakhir mengisi BBM itu juga penting untuk menindaklanjuti temuan. Dari situ akan dilakukan pendataan dan tindaklanjut pengambilan sampel BBM di tangki kendaraan.

“Atau bisa melalui kanal resmi Pertamina Call Center 135 dan Instagram @pertamina.135,” imbuhnya.

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kediri #bbm #pertalite #motor ngadat #kota kediri