KEDIRI, JP Radar Kediri- Karnaval sound yang ada di Desa Mojo, Kecamatan Mojo kembali memakan korban. Kali ini korbannya adalah penonton yang hendak melihat acara karnaval budaya tersebut.
Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Mojo AKP Karyawan Hadi. “Benar kami telah mendapat laporan terkait penganiayaan ringan yang dialami oleh penonton,” ujar lelaki yang akrab disapa AKP Karyawan itu.
Untuk diketahui, kronologi penganiayaan ringan itu bermula saat Zaenal Arifin, 50, bersama istrinya Hariani, 45, dan anaknya ingin melihat karnaval budaya.
Warga Desa Keniten, Kecamatan Mojo itu berboncengan mengenakan sepeda motor. Sekitar pukul 18.30 mereka sudah sampai di lokasi.
Namun saat di sebelah barat lapangan Desa Mojo, Kecamatan Mojo, korban disuruh berhenti oleh petugas parkir.
Korban tak mengindahkan perintah karena sedang berupaya mencari lokasi parkir yang lebih strategis. Akhirnya oleh terduga pelaku tangan korban ditepuk untuk berhenti.
Ketika berhenti tanpa basa basi terduga pelaku langsung memukul korban sebanyak dua kali. Itu mengenai muka dan bibir atas sebelah kiri.
“Berdasarkan keterangan korban sempat terjadi cekcok. Setelah terjadi pemukulan korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mojo,” imbuhnya sembari menyebut kejadian tersebut membuat korban Zaenal mengalami luka pada bibir bagian atas sebelah kiri.
Mendapat aduan tersebut, pihak kepolisian pun langsung terjun ke tempat kejadian perkara (TKP). Itu untuk mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Hasilnya diketahui bahwa diduga pelaku pemukulan tersebut adalah koordinator petugas parkir yg bernama Sunaryo.
Laki-laki berusia 50 tahun itu saat ditemui juga kooperatif. Dia meminta waktu kepada petugas kepolisian agar penyelidikan dilakukan setelah dia menyelesaikan tugas menjaga sepeda motor. “Saat ini terduga pelaku dan korban sepakat untuk berdamai,” pungkasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita