Informasi yang dihimpun, mobil Wuling dengan nopol AG 1519 RG dikemudikan Rasya Pratama Arfiansyah, 18, warga Konawe Utara, Kendari. Di mobil itu ada Jean Nur Fadillah, 18, dan Keysa, 18.
Mobil yang dikemudikan Rasya itu mulanya melaju dari arah timur ke barat. Ia mengemudi dengan cukup kencang. Saat tiba di Jalan Brawijaya Desa Tulungrejo, mobil tersebut menabrak sepeda motor Scoopy hitam AG 5762 CJ yang dikendarai Tursiti, 50, warga Jalan Veteran, Desa Pelem, Pare yang membonceng Arjuna, 4, cucunya. Tabrakan membuat keduanya terjatuh.
Tursiti mengalami luka robek di tangan kanan, sedangkan Arjuna mengalami luka ringan.
Keduanya langsung dilarikan ke RSUD Kabupaten Kediri (RSKK).
Tak berhenti sampai di situ, mobil yang dikemudikan Rasya kemudian kembali menabrak sepeda motor Beat AG 6193 EDS yang dikendarai Nova Dwi Fitriani, 20, warga Desa Juwet, Kecamatan Kunjang. Nova mengalami luka memar di bahu kiri. Setelah itu, mobil tersebut juga menabrak motor Scoopy merah AG 3741 EQ yang dikendarai Agus Praya, 32, warga Dusun Gadungan Timur, Desa Gadungan, Kecamatan Pare. Agus mengalami luka robek di kepala.
Usai menabrak tiga motor di lokasi pertama, pengemudi mobil Wuling itu bukannya berhenti, tetapi justru melarikan diri ke arah barat. Sekitar 20 menit kemudian, atau pukul 13.20, mobil yang sama kembali menabrak dua sepeda motor lain di Jalan Akop, Desa Pelem. Motor pertama adalah Vario AG 3059 ECK yang dikendarai Harianto, 43, warga Desa Silir, Kecamatan Wates. Korban mengalami luka robek di kaki dan memar di kepala.
Sedangkan motor berikutnya adalah Smash tanpa pelat nomor yang dikendarai Abdulloh Kafabihi, 19, warga Pondok Bendo, Dusun Kalimalang, Desa Kalirejo, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Ia membonceng rekannya, Faza Musafa, 17, seorang pelajar asal daerah yang sama. “Pengemudi kembali menabrak di lokasi yang berbed,” jelas Jata.
Benturan keras membuat seluruh motor mengalami kerusakan. Motor Scoopy hitam AG 5762 CJ mengalami bodi belakang pecah, Beat AG 6193 EDS setirnya bengkok, Scoopy merah AG 3741 EQ ringsek, Vario AG 3059 ECK bodinya rusak berat, dan Smash tanpa pelat nomor lampu depannya pecah.
Sementara mobil Wuling AG 1519 RG juga ringsek di bagian depan akibat benturan beruntun tersebut.
Menurut Jata, petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Kediri langsung datang ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Semua kendaraan yang terlibat telah diamankan ke kantor Satlantas Polres Kediri untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Menurut Jata, saat ini petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi mobil Wuling. Semua korban yang mengalami luka sudah mendapatkan perawatan. “Kami turut prihatin atas kejadian ini.
Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam berkendara, selalu menaati aturan lalu lintas, dan jika terlibat kecelakaan diharapkan tidak melarikan diri. Bila tidak mampu menolong korban, segera laporkan ke kantor polisi terdekat,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian