Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Puluhan Ribu Jemaah Larut dalam Doa di Lirboyo Bersholawat bersama Habib Syech

Ayu Ismawati • Selasa, 21 Oktober 2025 | 05:26 WIB
Puluhan ribu santri dan jemaah larut dalam doa dan pujian saat mengikuti pengajian bertajuk Lirboyo Bersholawat.
Puluhan ribu santri dan jemaah larut dalam doa dan pujian saat mengikuti pengajian bertajuk Lirboyo Bersholawat.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Lapangan yang berada di barat Aula Al Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo Kediri bertabur cahaya pada Senin malam (20/10).

Puluhan ribu santri dan jemaah larut dalam doa dan pujian saat mengikuti pengajian bertajuk Lirboyo Bersholawat.

Pengajian massal yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri 2025 itu turut dihadiri ulama kenamaan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

Tak hanya lautan jemaah dari santri Ponpes Lirboyo saja. Melainkan juga ribuan masyarakat umum turut hadir memenuhi setiap sudut ponpes salafiyah tersebut.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, lautan jemaah sudah nampak menyemut di sekitar panggung yang berada di lapangan Ponpes Lirboyo sejak pukul 18.00.

Sedangkan acara baru dimulai sekitar pukul 20.00. Selain tokoh kyai Ponpes Lirboyo, sejumlah pejabat publik turut hadir.

Di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf, Sekda Provinsi Jatim Adhy Karyono, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, serta Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha.

Mewakili Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kyai Abdullah Kafabihi Mahrus menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh jemaah yang menghadiri majelis tersebut.

Memaknai Hari Santri, Kyai Kafa menyampaikan peran dan kontribusi besar santri–termasuk kyai– terhadap negara.

Dimulai dari zaman penjajahan, yang mana para santri dan kyai membantu mewujudkan kemerdekaan dengan mengusir penjajah.

“Para santri itu modalnya dengan akhlakul karimah. Modalnya adab. Akhlakul karimah itu syarat orang bisa diterima di tengah masyarakat atau keluarga,” ujarnya, mengingatkan pentingnya akhlak dan adab dalam diri santri.

Selain itu, setiap santri juga harus menjunjung takwa terhadap Allah SWT. Kyai Kafa mencontohkan, saat seseorang dimuliakan karena jabatannya, namun tidak dibarengi dengan takwa, maka kemuliaan tidak akan didapatkan.

“Jadi artinya kemuliaan itu harus didapat dengan takwa kepada Allah SWT. Ini modal santri,” tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyinggung peran alumni-alumni Pondok Pesantren Lirboyo yang sudah banyak membawa pengaruh di berbagai daerah di Indonesia.

Termasuk hingga ke berbagai belahan dunia. Di hadapan puluhan ribu santri Lirboyo, Khofifah menyebut ponpes itu sebagai soko guru atau tiang utama penyangga pendidikan di Indonesia.

“Sebelum ada pendidikan-pendidikan formal yang lain, maka yang mendidik anak bangsa, yang membangun kekuatan, yang membangun kesetiaan kepada kemerdekaan Republik Indonesia diawali oleh para ulama-ulama kita yang kemudian melahirkan santri-santri yang memiliki hubbul watan minal iman,” ujar Khofifah.

Dari situ, Khofifah mengajak seluruh santri dan masyarakat ikut menguatkan ekosistem pesantren.

Termasuk para santri dan tokoh ulama di dalamnya. “Ayo kita jaga dan kuatkan bersama,” ajaknya.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #bersholawat #hari santri #santri #lirboyo #habib syech