Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Emak-Emak di Kediri Geruduk Kontraktor Tol Akses Bandara Dhoho, Tuntut Kompensasi Ini

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 17 Oktober 2025 | 00:19 WIB

 

PANAS-PANASAN: Emak-emak asal Dusun/Desa Tiron menggeruduk kantor PT Hastari, kontraktor Tol Akses Bandara Dhoho.
PANAS-PANASAN: Emak-emak asal Dusun/Desa Tiron menggeruduk kantor PT Hastari, kontraktor Tol Akses Bandara Dhoho.

KEDIRI, JP Radar Kediri– Puluhan warga Desa Tiron, Kecamatan Banyakan menggeruduk kantor PT Hastari selaku kontraktor Tol Akses Bandara Dhoho.

Mereka menuntut pemberian kompensasi dampak proyek yang sempat tersendat berbulan-bulan agar segera diberikan.

Sebelumnya, warga dengan PT Hastari sepakat dengan pemberian CSR berupa sembako. Nilainya sebesar Rp 100 ribu per KK akibat dampak adanya proyek.

Namun, lima bulan terakhir kompensasi itu tersendat. Makanya mereka menggeruduk untuk menuntut agar pemberian CSR kembali dilakukan.

“Sebenarnya tuntutan warga itu ringan, hanya kompensasi itu agar kembali diberikan setiap bulan,” jelas Kepala Dusun/Desa Tiron Sunarwiko.

Dari rumah mereka naik truk untuk menuju Kantor PT Hastari di Dusun Dungpawon, Tiron. Berikutnya mereka menyemut di depan area kantor proyek Tol Akses Bandara Dhoho itu.

“Warga nyelangne wektu. Yang petani dan kerja-kerja lainnya meliburkan diri untuk datang ke sini,” jelas Sunarwiko.

Dia mengatakan, bahwa adanya proyek di sekitar rumah mereka tersebut menyebabkan getaran.

Selain itu, debu juga mengganggu pernapasan warga. “Kalau saat lembur gitu sampai malam suaranya mengganggu,” jelasnya.

Karena itu, akhirnya warga dengan pihak kontraktor sepakat terkait adanya CSR berupa sembako senilai Rp 100 ribu per KK. “Ada sekitar 100 orang yang menerima,” jelasnya.

Dia mengatakan bahwa tahun pertama dropping CSR berjalan lancar. Namun tahun ini, prosesnya mulai tersendat.

Beberapa kali tidak diberikan. Berikutnya diberikan secara rapel. Sampai akhirnya lima bulan terakhir tidak diberikan sama sekali.

“Sebenarnya sudah didatangi dan dijanjikan beberapa kali. Namun tidak diberikan. Beberapa hari lalu kami datang lagi, tidak ada jawaban. Akhirnya warga sepakat untuk geruduk ke sini,” imbuh Siti Anggraini, perwakilan warga Dusun/Desa Tiron.

Siti mengatakan bahwa diskusi dengan pihak PT sempat alot. Mereka tetap tidak memberi kepastian.

Setelah didesak, akhirnya dijanjikan pada 25 Oktober nanti akan dilakukan pemberian CSR tersebut.

“Hasilnya, pihak PT janjikan akan realisasi di tanggal 25 Oktober. Tapi realisasi dibayar berapa bulan belum tahu. Akan dibahas saat itu pada penyerahan,” jelas Siti.

Adapun alasan lima bulan terakhir yang tidak diberi kompensasi karena menurut PT lebih mengutamakan untuk mengejar proyek yang tertinggal.

Sehingga kompensasi warga tidak diberikan. Terpisah, Humas PT Hastari Bima Rahman mengatakan bahwa CSR bukanlah kewajiban.

Sehingga ketika perusahaan dalam kondisi tidak baik maka CSR bisa dikesampingkan lebih dahulu.

“Jadi kita sesuaikan dengan keadaan perusahaan,” jelasnya sembari menyebut bahwa saat ini pihaknya fokus mengejar proyek yang terlambat dari timeline.

Dia mengatakan, setelah dilakukan mediasi dengan warga pada 25 Oktober nanti akan merealisasikan CSR. “Dari perusahaan disepakati untuk realisasi CSR di termin 25 Oktober,” tandas Bima.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #kompensasi #bandara dhoho #tol #Geruduk #kontraktor #emak-emak