Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Korban Rudapaksa Asal Mojoroto Kota Kediri Dapatkan Pendampingan Psikologis

Hilda Nurmala Risani • Rabu, 15 Oktober 2025 | 18:18 WIB
Pendampingan psikologis korban rudapaksa asal Mojoroto, Kota Kediri.
Pendampingan psikologis korban rudapaksa asal Mojoroto, Kota Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemkot Kediri terus mendampingi Mekar (bukan nama sebenarnya), 17, korban perkosaan asal Kecamatan Mojoroto. Terbaru, dia menjalani pemeriksaan psikologis pasca melahirkan sang bayi.

“Selain menunggu proses pengajuan, kami juga menunggu hasil pemeriksaan psikolog terkait trauma korban,” jelas Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri Zaki Zamani.

Menurutnya, korban masih perlu menjalani pemeriksaan psikologis beberapa kali setelah melahirkan. Itu karena dia meyakini pada korban kekerasan seksual pasti ada rasa trauma.

Untuk diketahui, korban sudah menjalani pemeriksaan psikologis satu kali sebelum melahirkan.

Sedangkan setelah melahirkan baru pertama kalinya.  Sehingga terhitung sudah dua kali korban menjalani pemeriksaan psikologis.

Ditanya membutuhkan berapa kali pemeriksaan kondisi psikologis, Zaki menyebut tidak bisa memastikan. 

Sebab ada yang dua sampai tiga kali sudah sembuh. “Ada juga yang berkali-kali masih belum sembuh. Semuanya bergantung pada kebutuhan,” imbuhnya.

Lebih jauh Zaki menjelaskan, peran psikolog ini untuk memberi motivasi kepada korban. Termasuk memberi tahu cara relaksasi ketika korban mengalami stress.

Korban kondisinya belum seharusnya menjalani kegiatan orang dewasa. Usia korban harusnya masih belajar, bermain, dan mengembangkan aktualisasi diri. 

“Tapi karena keadaan dia harus merawat, menyusui, dan memikirkan kehidupan anaknya,” ungkapnya.

Mengenai hasil pemeriksaan psikolog korban, Zaki menyebut membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Sebab nanti pemeriksaan psikologis tidak hanya pada korban tetapi juga pada ibunya.

Seperti yang diberitakan, Mekar menjadi korban pemerkosaan oleh pelaku NF pada Oktober 2024 silam.

Saat itu korban dipaksa untuk ikut ke tempat kos. Lalu pelaku memaksa korban berhubungan badan. 

Tak berhenti di situ, pada Desember 2024 peristiwa pemerkosaan itu kembali terjadi. Pelaku kembali melakukan aksi bejatnya di sebuah kos yang ada di lingkungan Bence, Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren.

Meskipun korban menolak, pelaku tetap memaksa melayani nafsunya. Hingga kemudian korban hamil dan akhirnya melahirkan. Setelah melahirkan kini kondisi korban dan bayi sudah lebih baik.

Bahkan ke depan korban ingin mengejar paket C dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Namun dimana lokasi kejar paket dan kerja, Mekar masih belum mengetahui pastinya. Sebab saat ini masih fokus pada bayi yang baru dilahirkan.

Editor : Andhika Attar Anindita
#Rudapaksa #psikologis #kota kediri