KEDIRI, JP Radar Kediri- Bayi yang dilahirkan oleh Mekar (bukan nama sebenarnya), 17, warga Kecamatan Mojoroto dipastikan akan dirawat sendiri.
Mekar dan sang ibu menegaskan tak ada terbesit pikiran untuk menelantarkan darah dagingnya tersebut. Mereka tak ingin bayi tersebut diadopsi oleh orang lain.
Pernyataan tersebut dibenarkan oleh ibu Mekar. Dia menyebut jika cucunya akan dirawat sendiri. “Dirawat sendiri kenapa harus diadopsi. Masih mampu untuk merawat,” ujar ibu Mekar.
Menurutnya, kondisi fisik yang sehat dan kemampuan bekerja menjadi latar belakang keyakinan untuk merawat sang cucu.
Untuk diketahui, sejak bayi masih dalam kandungan sudah ada beberapa orang yang berniat mengadopsi. Namun, itu ditolak karena kehadiran bayi tersebut justru menjadi kebahagiaan tersendiri.
“Masih menerawang dulu, terkait sekolah akan kejar paket di lokasi dekat rumah. Harus punya ijazah SMA,” ujarnya ketika ditanya rencana ke depan.
Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) tak hanya memastikan hak pendidikan korban.
Namun juga memastikan kebutuhan untuk bayi terpenuhi. Salah satunya terkait kebutuhan susu.
“Kami membantu mengurus ke kelurahan lalu diajukan ke dinas kesehatan untuk kebutuhan susu bayi,” jelas Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Kota Kediri Zaki Zamani.
Tak hanya itu, pihaknya juga terus memantau mental korban melalui hasil assesment dari psikolog.
“Kami akan terus pantau karena itu yang menentukan terkait kesiapan korban untuk kembali ke bangku sekolah,” tandas Zaki.
Seperti yang diberitakan, Mekar menjadi korban pemerkosaan oleh pelaku NF pada Oktober 2024 silam.
Saat itu korban dipaksa untuk ikut ke tempat kos. Lalu pelaku melepas celana korban secara paksa dan terjadilah pemerkosaan.
Tak berhenti di situ saja, pada Desember 2024 peristiwa pemerkosaan itu kembali terjadi. Pelaku kembali melakukan aksi bejatnya di sebuah kos yang ada di lingkungan Bence, Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren.
Meskipun korban menolak, pelaku tetap memaksa merudapaksa korban hingga hamil dan akhirnya melahirkan. Kini kondisi korban dan bayi sehat.
Kedepannya korban berencana untuk kembali bersekolah dengan mengejar paket C. Di lain sisi, dia juga ingin bekerja.
Editor : Andhika Attar Anindita