KEDIRI, JP Radar Kediri – Sebuah rumah dua lantai di Dusun Bulurejo, Desa Semen, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, terbakar pada Selasa siang (7/10).
Diduga api berasal dari lantai dua bangunan milik Surya Irawan. Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.06 WIB.
Warga sekitar yang melihat asap tebal langsung berusaha membantu dan menghubungi pemadam kebakaran.
Tak lama berselang, dua unit armada dari Pos Pare diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono menjelaskan, laporan diterima dari pemilik rumah sendiri pada pukul 13.53 WIB.
Petugas segera berangkat satu menit kemudian dan tiba di lokasi pukul 14.05 WIB. “Tim langsung melakukan pemadaman sesuai prosedur. Api berhasil dipadamkan sekitar satu jam setelah kejadian,” jelasnya.
Sebanyak sembilan personel dikerahkan untuk menjinakkan api yang sudah merambat ke seluruh lantai dua.
Petugas menggunakan dua unit armada berkapasitas 5.000 liter dengan nomor polisi AG 8157 EP dan AG 8162 GP.
Setelah api padam, petugas juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara tersisa.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 100 juta, sedangkan bagian rumah yang berhasil diselamatkan sekitar Rp 150 juta.
“Tidak ada korban luka maupun jiwa. Semua penghuni berhasil menyelamatkan diri,” tambah Kaleb.
Kalem mengatakan, dugaan sementara api berasal dari korsleting pada salah satu instalasi listrik di lantai dua.
Percikan itu kemudian membakar bagian atap dan perabotan rumah sebelum akhirnya merembet ke ruangan lain.
Cuaca panas mempercepat penjalaran api, sehingga butuh waktu cukup lama untuk benar-benar menguasainya.
Kaleb mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, terutama bangunan berlantai dua atau yang menggunakan banyak peralatan elektronik.
Baca Juga: Bocah SD Korban Pencabulan di Kediri Alami Trauma, Tetap Sekolah meski Mental Terganggu
“Pastikan kabel tidak rusak dan sambungan tidak bertumpuk di satu titik. Korsleting bisa terjadi kapan saja dan risikonya besar,” pesannya.
Editor : Andhika Attar Anindita