Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Detik-Detik Musala Ponpes Al Khoziny Ambruk:. Update, 102 Santri Dievakuasi

Jauhar Yohanis • Selasa, 30 September 2025 | 17:57 WIB
Kondisi bangunan PP Al Khoziny sesaat setelah ambruk
Kondisi bangunan PP Al Khoziny sesaat setelah ambruk

Musibah menimpa Pondok Pesantren Al Khoziny, Desa Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Bangunan musala tiga lantai di kompleks pesantren tersebut ambruk saat santri tengah melaksanakan salat asar berjemaah, Senin (29/9/2025) sore. Hingga Selasa (30/9/2025) pagi, tercatat sebanyak 102 korban berhasil dievakuasi.

Menurut data yang dihimpun wartawan, proses pencarian masih terus berlangsung. Petugas SAR melakukan evakuasi secara manual tanpa alat berat karena dikhawatirkan sisa bangunan kembali roboh. Sejumlah ambulans disiagakan, sementara pos bantuan darurat juga telah didirikan untuk menyalurkan makanan dan minuman bagi para korban selamat.

Pengasuh Ponpes Buka Suara

Pengasuh Ponpes Al Khoziny, KH Abdus Salam Mujib, mengungkapkan musala tersebut sebenarnya sudah hampir rampung. Pembangunan telah berjalan sembilan hingga sepuluh bulan, dan pada hari kejadian sedang dilakukan pengecoran di bagian paling atas atau dek bangunan.

“Ini pengecoran terakhir saja, itu jebol. Pagi sudah mulai ngecor, mungkin jam 12 siang sudah selesai,” kata Kiai Salam.

Ia menambahkan, musala difungsikan di lantai bawah, sementara lantai atas direncanakan untuk hall atau pusat kegiatan santri. Namun, saat kejadian, ratusan santri berada di dalam musala untuk salat berjemaah sehingga banyak yang tertimpa reruntuhan.

Suasana Mencekam

Ketua RT setempat, Munir, mengatakan warga sempat mendengar suara gemuruh dan getaran seperti gempa sebelum bangunan ambruk. “Habis salat asar itu ada suara gemuruh, ada getaran, ternyata musala roboh,” ujarnya.

Tim SAR menyebutkan, suara tangisan dan jeritan masih terdengar dari balik reruntuhan. Hal ini membuat evakuasi berlangsung dramatis dan penuh kehati-hatian.

Korban Jiwa dan Luka-Luka

Hingga Selasa pagi, tercatat satu korban meninggal dunia. Santri bernama Ahmad Maulana Alfian Ibrahim (13), warga Surabaya, mengembuskan napas terakhir setelah dievakuasi ke RSI Siti Hajar Sidoarjo.

Selain itu, puluhan korban lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Sidoarjo, antara lain RS Delta Surya, RS Notopuro, dan RSUD Sidoarjo.

Pemerintah Turun Tangan

Musibah ini mendapat perhatian serius. Proses pencarian korban, selain tim SAR, juga dari instutusi lain, termasuk tim ahli struktur bangunan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Dardak langsung meninjau lokasi untuk memastikan percepatan penanganan korban.

Sementara itu, sejumlah pihak mendesak agar Kementerian Agama melakukan audit menyeluruh terhadap pembangunan infrastruktur pesantren. Audit ini dianggap penting untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.

Kini, duka masih menyelimuti keluarga besar Ponpes Al Khoziny. Para keluarga santri korban tampak histeris mencari anak-anak mereka di lokasi reruntuhan, berharap segera mendapat kepastian. Proses evakuasi masih terus berlangsung hingga seluruh korban ditemukan.

Editor : Jauhar Yohanis
#evakuasi #buduran sidoarjo #Al Khoziny #ambruk