KEDIRI, JP Radar Kediri- Pengendara yang akan melintas di Jalan Kawi, Kota Kediri wajib berhati-hati.
Pasalnya, di sana akan dilakukan pemasangan balok girder proyek Jalan Tol Ki Agung pada ruas akses Bandara Dhoho.
Hal ini membuat pihak Satlantas Polres Kediri Kota harus memberlakukan sistem buka-tutup arus lalu lintas.
Hal ini dibenarkan oleh Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota Iptu Murnianto. Dia menjelaskan, selama pemasangan balok girder akan diberlakukan sistem buka tutup.
Pemasangan balok girder ini akan berlangsung pada 26 sampai 30 September di ruas Jalan Kawi. Mulai pukul 19.00 hingga 04.00.
Pemberlakuan sistem buka tutup ini untuk menjaga kelancaran pekerjaan proyek sekaligus menjaga keamanan pengendara.
“Untuk pelaksanaan kalau tidak ada perubahan akan dimulai Jumat malam. Teknis kami akan menempatkan anggota Satlantas,” jelas lelaki yang akrab disapa Iptu Murni itu.
Jalan tol sepanjang 44,17 km ini terdiri dari dua bagian utama yaitu akses menuju Bandara Dhoho Kediri sepanjang 6,82 km dan jalan utama Kediri-Tulungagung sepanjang 37,35 km.
“Adanya petugas yang berjaga itu untuk melakukan penyaringan. Jalan hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua. Sedangkan untuk kendaraan roda empat akan kami alihkan terlebih dahulu,” imbuh lelaki asal Desa Minggiran, Kecamatan Papar itu.
Lebih jauh Murni menyebut, penutupan jalan secara total akan dilakukan ketika balok girder akan dinaikkan.
Itu karena ada crane yang akan mengganggu pengguna jalan. Sebaliknya ketika girder sudah di atas maka jalan akan dibuka kembali.
“Proses pemasangan girder satu ke dua itu membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Teknis buka tutup akan berlangsung sampai pukul 4 pagi,” ungkapnya.
Bagi pengguna roda empat tak perlu khawatir ketika terjadi penutupan total di Jl Kawi. Itu karena ada alternatif jalan lain yang ada di dekatnya dan bisa dilewati.
Murni memastikan jika tidak akan mengganggu arus lalu lintas. Itu karena pemberlakuan sistem buka tutup dilakukan pada malam hari dan banyak alternatif jalan yang bisa dilalui.
“Kami sudah melakukan antisipasi, kegiatan dilakukan malam hari karena kalau siang arus lalu lintas cukup padat. Pengembang pun mematuhi aturan tersebut,” pungkas polisi dengan pangkat dua balok emas di Pundak tersebut.
Editor : Andhika Attar Anindita