Peristiwa kebakaran menggemparkan warga itu terjadi pada Kamis (25/9). Perrtama di Dusun Prayungan, Desa Kuwik, Kecamatan Kunjang, sekitar pukul 14.49 WIB. Kobaran api yang melahap rumpun bambu itu nyaris menjilat SDN Kuwik 2.
"Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang merembet ke tumpukan daun bambu kering," ungkap Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono.
Tim Damkar Pos Pare langsung bergerak. Dua armada berkapasitas 5 ribu liter dan delapan personel diterjunkan ke lokasi kebakaran.
Tidak lama kemudian, kebakaran serupa kembali dilaporkan di wilayah Kecamatan Tarokan. Tepatnya di Dusun Pilangbangu, Desa Tarokan, sekitar pukul 15.40 WIB. Warga bernama Agus Arifin melaporkan kebakaran yang dipicu pembakaran sampah. Karena angin cukup kencang dan banyak daun kering, api cepat membesar ke rumpun bambu. Kobaran api itu telah meresahkan warga sekitar.
Tim Damkar Pos Grogol langsung dikerahkan dengan satu unit armada berkapasitas 5 ribu liter dan empat personel. Kaleb menegaskan, dua kejadian beruntun itu menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan.
“Rumpun bambu dan tumpukan daun kering sangat mudah terbakar, apalagi jika ada tiupan angin. Ini bisa menimbulkan bahaya besar bila tidak segera diantisipasi,” tegasnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian