Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tersapu Angin! 51 Rumah Warga Besowo Kediri Rusak, Warga Kerja Bakti Memperbaiki Atap yang Bolong

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 23 September 2025 | 22:59 WIB

 

GOTONG ROYONG: Warga Dusun Besowotimur, Desa Besowo bahu-membahu memperbaiki atap rumah yang rusak terdampak bencana angin kencang pada Minggu (21/9) sore.
GOTONG ROYONG: Warga Dusun Besowotimur, Desa Besowo bahu-membahu memperbaiki atap rumah yang rusak terdampak bencana angin kencang pada Minggu (21/9) sore.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Jelang pergantian musim hujan, bencana angin kencang kembali menghantui warga Kabupaten Kediri.

Minggu (21/9) sore lalu, hujan deras disertai angin kencang melanda Dusun Besowotimur, Desa Besowo, Kepung. Sedikitnya ada 51 rumah warga yang rusak.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, bencana angin kencang itu terjadi pukul 15.15 WIB.

Sebelum angin menyapu warga di lereng Gunung Kelud itu, hujan deras turun selama 15 menit. Setelah itu hujan sempat reda.

“Setelah itu hujan deras lagi bersamaan dengan angin kencang," kata Itariya Wibowo, 48, salah satu warga terdampak.

Saat kejadian, Tariya sedang berada di teras rumah. Pria yang sedang bersantai itu dikejutkan dengan kedatangan angin dari arah utara atau dari arah bawah. "Anginnya muter-muter," lanjut pria yang juga kepala Dusun Besowo Timur itu.

Kejadian itu tak hanya mengejutkan Tariya. Melainkan juga istri dan anaknya yang sedang makan di dalam rumah. Hanya dalam hitungan detik, genting rumahnya melorot berjatuhan.

Kontan saja mereka langsung berlari ke luar rumah. Di saat yang sama ada asbes dan rangka atap rumah warga lain yang menghantam rumah Tariya. "Anginnya sekitar setengah jam," tuturnya.

Kepala Desa Besowo Suyanto mengatakan, bencana angin puting beliung Minggu sore lalu melanda dua dusun. Yakni, Dusun Besowotimur, dan Dusun Besowo, Desa Besowo.

Total ada 51 rumah yang terdampak kerusakan ringan dan sedang. "Mayoritas atapnya emper (teras) yang rusak," jelasnya.

Pemdes menurut Suyanto langsung melakukan pendataan. Selanjutnya, warga dibantu relawan dan BPBD Kabupaten Kediri melakukan kerja bakti untuk memperbaiki dampak angin kencang.

"Hari ini (22/9) kita cek ulang, nanti yang masih bisa dibenahi kita benahi. Sehingga sisa yang kurang itu kita majukan dari anggaran dari desa terkait kebencanaan," paparnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno mengatakan, bencana angin kencang di Desa Besowo itu dampak masa transisi peralihan musim kemarau ke musim hujan.

"Di masa transisi musim biasanya ada potensi (angin kencang)," jelasnya sembari menyebut musim hujan diprediksi terjadi pada Oktober mendatang.

Melihat bencana serupa yang bisa saja terjadi, Djoko meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Sesuai SE dari pemprov, masyarakat diharap waspada. Khususnya pada wilayah dengan topografi curam, bergunung atau tebing diharapkan lebih mewaspadai terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem,” urai Djoko sembari menyebut bencana banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang bisa saja terjadi.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, kerusakan terjadi di atap warga. Ada yang hanya lepas sebagian, ada pula yang rusak sedang.

Kemarin warga langsung melakukan gotong royong untuk memperbaiki atap yang rusak tersebut.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #kerja bakti #tersapu angin #rumah #rusak