Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jembatan Brawijaya dan Jongbiru Kota Kediri Sering Macet Imbas Jembatan Semampir Ditutup

Ayu Ismawati • Senin, 22 September 2025 | 23:27 WIB

 

Kondisi lalu lintas jembatan Brawijaya Kota Kediri.
Kondisi lalu lintas jembatan Brawijaya Kota Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Penutupan Jembatan Semampir untuk proses rehabilitasi membuat Jembatan Brawijaya dan Jembatan Jongbiru jadi tumpuan lalu lintas kendaraan di wilayah utara.

Akibatnya, pemandangan kemacetan dan kepadatan kendaraan di dua jembatan tersebut tak terhindarkan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri Didik Catur melalui Kepala Bidang Manajemen Lalu Lintas Yoga Eka Putra membenarkan tentang peningkatan arus lalu lintas di Jembatan Brawijaya. Untuk mengatasinya, mereka menerapkan beberapa rekayasa lalin tambahan.

“Di simpang tiga Iskandar Muda untuk traffic light-nya kami buatkan flashing. Jadi dia kuning terus. Merah-kuning-hijau-nya kami nonaktifkan,” ujarnya agar kendaraan tidak perlu berhenti di sana.

Selain itu, traffic light di simpang empat Semampir juga diubah menjadi hanya tiga fase saja. Perubahan itu menurutnya sangat membantu mengurangi antrean kendaraan di sisi timur Jembatan Semampir tersebut.

“Kemudian di Jl Veteran, selama ini meskipun tidak ada penutupan jembatan, memang selalu ramai di pagi hari sebelum pukul 07.00. Akhirnya untuk traffic light-nya ada beberapa yang kami ganti waktunya. Waktu hijaunya kami tambah, merahnya kami kurangi,” ungkapnya.

Pengaturan durasi lampu merah dan hijau di traffic light itu juga diterapkan di simpang empat Mrican.

Apalagi, semenjak penutupan Jembatan Semampir juga terjadi penumpukan kendaraan di area tersebut. Termasuk di Jembatan Jongbiru.

“Kami prioritaskan di arah PG Mrican. Karena ada aduan juga di sana frekuensi kendaraannya semakin tinggi. Karena banyak yang melintasi Jembatan Jongbiru,” beber Yoga.

Agaknya antrean kendaraan di Jembatan Jongbiru yang mengular hingga kawasan PG Mrican itu juga dipicu penyempitan jalan yang terjadi di simpang tiga Jl PG Mritjan – Jl Merbabu. Adanya persimpangan itu juga memicu antrean kendaraan.

“Kepadatan di Mrican itu juga sudah kami evaluasi. Mungkin sudah mulai berkurang untuk antreannya,” sambungnya.

Dengan beberapa rekayasa yang sudah diterapkan itu, menurut Yoga arus lalin di tengah kota sudah berangsur lancar.

Kecuali di beberapa titik yang tidak terdapat traffic light seperti Jembatan Brawijaya yang harus diatur secara manual jika terjadi peningkatan volume kendaraan.

“Di Jembatan Brawijaya mengurainya harus ada petugas. Selama ini dari kepolisian yang melaksanakan,” imbuh Yoga.

Seperti diberitakan, Jembatan Semampir yang sudah beroperasi sejak 1992 itu ditutup total sejak 15 September lalu.

Jembatan sepanjang 290 meter itu akan ditutup selama dua bulan untuk dilakukan rehabilitasi oleh BBPJN Jatim-Bali Wilayah Kediri.

Penyebabnya, muncul lendutan di lantai jembatan yang diduga akibat beban berat kendaraan yang melintas di sana.

Kondisi tersebut tidak hanya mengakibatkan ketidaknyamanan pengendara yang melintas. Melainkan bisa saja berdampak pada struktur Jembatan Semampir.

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#macet #jembatan brawijaya #jembatan semampir #jembatan jongbiru #ditutup #kota kediri