Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pelajar dan Relawan Angkut Ratusan Kilogram Sampah dari Sungai Dekat Kampung Inggris Pare Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 22 September 2025 | 05:37 WIB
Sebanyak 120 peserta dari Ekstrakurikuler Siswa Pecinta Alam (Sispala) SMKN 1 Ngasem bersama Forum Kali Brantas terjun langsung bersih-bersih sungai.
Sebanyak 120 peserta dari Ekstrakurikuler Siswa Pecinta Alam (Sispala) SMKN 1 Ngasem bersama Forum Kali Brantas terjun langsung bersih-bersih sungai.

KEDIRI, JP Radar Kediri – Aksi bersih-bersih sungai di Kali Tulungrejo, Kampung Inggris, Pare, berhasil mengangkut sampah seberat 480 kilogram.

Sampah tersebut didominasi plastik kresek, sterofoam, pakaian bekas, hingga popok yang mencemari aliran sungai.

Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati Hari Keadilan Ekologis, Sabtu (20/9). Sebanyak 120 peserta dari Ekstrakurikuler Siswa Pecinta Alam (Sispala) SMKN 1 Ngasem bersama Forum Kali Brantas terjun langsung bersih-bersih sungai.

Aksi diawali dengan clean up bantaran dan badan sungai sepanjang 100 meter. Konsep yang diusung ialah zero waste sebagai bagian dari pendidikan dasar (diksar) sispala.

“Harapannya, anak-anak muda benar-benar mencintai alam, bukan sekadar penikmat yang berpotensi merusak,” ujar Rahmania Alfani Tis’atun, ketua pelaksana kegiatan.

Kali Tulungrejo dipilih lantaran lokasinya berada di Kampung Inggris, Pare, yang dikenal sebagai kawasan belajar bahasa.

Namun ironisnya, sungai di kawasan itu justru penuh sampah dan menimbulkan bau tidak sedap. Kondisi tersebut dinilai dapat mengundang bakteri, virus, hingga parasit berbahaya bagi kesehatan.

Selain clean up, peserta juga melakukan brand audit terhadap temuan sampah plastik yang terkumpul.

Hasilnya, tercatat lima besar perusahaan penyumbang terbanyak yakni sampah tanpa merek (Unbrand) 354 pcs, Wings 15 pcs, Garuda Food 7 pcs, Mayora 7 pcs, dan Unilever 7 pcs.

Data itu menunjukkan plastik sekali pakai masih menjadi penyumbang dominan pencemaran sungai.

Widya Arum Crystiari dari Forum Kali Brantas menegaskan, perusahaan harus ikut bertanggung jawab.

“Sampah plastik adalah beban sungai. Perusahaan yang paling banyak mencemari seharusnya bertanggung jawab sesuai amanat UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemantauan kualitas air (water quality monitoring).

Hasil pengukuran menunjukkan pH 7,57 ppm, TDS 430 ppm, suhu 30,5, nitrat 2 ppm, dan fosfat 1,8 ppm.

Angka fosfat itu melebihi baku mutu sungai sesuai PP No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu pertumbuhan alga berlebih, mengganggu kesehatan biota perairan, serta mempercepat pendangkalan.

Jika fosfat terus dikonsumsi manusia, dampaknya juga bisa menyebabkan masalah pada pencernaan.

Warga Kampung Inggris, Chandra Iman Asrori, mengaku terbantu dengan aksi anak-anak muda tersebut.

“Terima kasih sudah membersihkan sungai kami. Semoga pemerintah segera turun tangan mengatasi pencemaran di hulu, salah satunya dengan membuat perda pembatasan plastik sekali pakai,” ungkapnya.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #pare #pelajar #relawan #sungai #sampah #kampung inggris pare