KEDIRI, JP Radar Kediri- Kerusuhan yang terjadi akhir Agustus lalu agaknya tak menghalangi minat masyarakat untuk berpergian.
Salah satunya dari pengguna mode transportasi umum kereta api (KA). Terutama di momentum libur panjang mulai 5 – 7 September 2025 ini.
Tercatat jumlah penumpang dari Stasiun Kediri mengalami peningkatan. Bahkan hingga 37 persen di akhir pekan ini.
Wakil Kepala Stasiun Besar C Kediri Ismanto mengatakan, animo masyarakat naik kereta api mengalami peningkatan di akhir pekan ini.
Pihaknya menyimpulkan situasi di beberapa daerah yang sempat tidak kondusif beberapa hari terakhir tak banyak memengaruhi niat masyarakat untuk berpergian. Khususnya dengan kereta api.
“Untuk penumpang naik dari Stasiun Kediri khususnya mengalami kenaikan. Tetapi penjualan masih tetap berlanjut,” ujarnya.
Adapun pada sehari jelang libur panjang pada Kamis (4/9) lalu, ada kenaikan jumlah penumpang naik dari Stasiun Kediri hingga 37 persen dibanding hari biasa. Atau, bertambah hingga lebih dari 600 orang.
“Tujuan penumpang paling banyak itu ke Jakarta, kemudian ke Bandung, dan kota-kota wilayah terdekat seperti Jogja, Malang, semua hampir sama,” bebernya.
Pihaknya memprediksi peningkatan jumlah penumpang yang naik dari Stasiun Kediri paling banyak terjadi pada Minggu (7/9) besok.
Hingga kemarin, menurutnya penambahan penumpang sudah mencapai 2 ribu orang. “Kemungkinan masih bisa bertambah dari pembelian langsung,” ungkap pria asal Ngawi itu.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri pada Kamis (4/9) lalu, lalu lintas penumpang cukup ramai di pukul 17.09 WIB.
Waktu itu merupakan jam kedatangan kereta Gajayana relasi Malang-Gambir (Jakarta). Indah, 30, salah satu penumpang mengatakan ingin memanfaatkan momentum libur panjang untuk pulang ke rumah.
Meski beberapa daerah sempat tidak kondusif pascaaksi beberapa hari lalu, menurutnya tak menghalangi niatnya untuk mengambil libur dan pulang ke rumah.
“Karena mumpung long weekend, jadi mending pulang saja,” ungkap Indah.
Editor : Andhika Attar Anindita