KEDIRI, JP Radar Kediri– Aksi kerusuhan di Mako Polres Kediri Kota membuat pihak kepolisian belum mencabut status siaga 1.
Korps Bhayangkara masih tetap melakukan patroli berskala besar. Bahkan hingga batas waktu yang tidak bisa ditentukan.
“Patroli malam tetap kita laksanakan skala besar. Kami libatkan dari Polresta, Brimob, TNI, Satpol PP, dan Dishub,” jelas Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim.
Anggi menyebut jika patroli dilakukan di atas pukul 18.00 WIB. Itu dilakukan dengan cara mobile untuk menyisir kerumunan masyarakat. Apabila tidak ada kepentingan maka akan diminta untuk pulang.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan sambang warga. Yaitu menyapa warga bahwa tidak perlu khawatir atas kondisi saat ini.
Sebab pihaknya akan melakukan patroli untuk memastikan masyarakat merasa aman. Sehingga roda perekonomian tetap berputar.
“Patroli ini akan berlangsung terus. Sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” ucapnya.
Ditanya terkait situasi di Kota Kediri saat ini, Anggi menyebut jika pihaknya belum menerima informasi negatif.
Terutama informasi adanya demonstrasi susulan. “Masih siaga satu sampai kondisi dinyatakan baik-baik saja,” tandasnya.
Pantauan koran ini, Patroli tim gabungan ini sudah terlihat Minggu (31/8) pukul 19.30. Mereka meninjau beberapa lokasi. Di antaranya Taman Sekartaji, Kediri Town Square, dan Kediri Mall.
Seperti yang diberitakan, polisi mendapat tambahan kekuatan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Back up itu datang dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0809 dan Brigade Infanteri (Brigif) 16 Wira Yudha. Jumlahnya, 700 personel dari Kodim dan 1.000 prajurit dari Brigif.
Personel tim gabungan tersebut akan melakukan penyisiran di seluruh wilayah Kota Kediri, mengendarai sepeda motor.
Jika menemukan massa berkumpul tanpa aktivitas akan diminta segera pulang ke rumah masing-masing.
Editor : Andhika Attar Anindita