Upacara yang berlangsung khidmat itu diikuti kelompok akar rumput tersebut dengan mengenakan identitas masing-masing.
Adapun seluruh petugas upacara merupakan warga sekitar yang dilatih oleh TNI/Polri. Pesertanya selain petani dan pesilat, juga para pensiunan guru hingga pelaku UMKM di lingkungan sekitar Omah Sawah.
Acara tersebut juga tak sekadar seremonial. Sekaligus menjadi ajang kebersamaan berbagai elemen masyarakat.
“Kami mengajak semua lapisan masyarakat, mulai petani, pemulung, linmas, hingga perguruan silat untuk ikut merayakan dan merasakan semangat persatuan,” ujar Ketua Panitia Ducang Prakasa.
Semangat persatuan juga digaungkan oleh Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kediri Siswanto. Dia menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan persaudaraan. Khususnya pada momentum hari jadi Indonesia ke-80 tahun ini.
"Kita harus bisa mencontoh jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan. Sekarang tugas kita adalah mengisinya dengan menjaga persatuan. Semoga seduluran selawase bisa terus terjaga," harapnya.
Senada dengan itu, Muhammad Pamuji, salah satu warga Kelurahan Burengan mengungkapkan bahwa baru kali ini upacara peringatan HUT RI diadakan di area persawahan. Selain mengenang jasa pahlawan, dia juga berharap acara ini bisa menjadi momentum untuk menyuarakan aspirasi para petani.
"Kami berharap pemerintah lebih memperhatikan nasib petani, terutama terkait ketersediaan dan harga pupuk, serta harga jual hasil panen agar tidak merosot," tandasnya.
Melalui acara ini, Omah Sawah tidak hanya menjadi lokasi perayaan, tetapi juga simbol kolaborasi dan harapan. Di mana semangat kemerdekaan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dari berbagai kalangan. (*)
Editor : Mahfud