KEDIRI, JP Radar Kediri- Satpol PP Kabupaten Kediri lakukan operasi cipta kondisi di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG).
Hasilnya, petugas penegak perda itu mendapati adanya angkringan yang menjual es moni alias campuran minuman kemasan dengan alkohol.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, Satpol PP Kabupaten Kediri mulai melakukan operasi sekitar pukul 20.00 WIB.
Petugas menyasar lokasi menggunakan tiga armada mobil pengangkut milik satpol, mereka menyisir kawasan SLG.
Hasilnya, ada satu angkringan yang kedapatan menjual es moni. Namun, pemilik angkringan sempat mengelak terkait penjualan es moni itu.
Meskipun begitu, petugas menemukan adanya gelas minuman yang berbau alkohol. Setelah menyisir sekitar area angkringan, petugas akhirnya menemukan adanya satu botol arak.
Ada pula ditemukan bungkusan kemasan es moni yang juga dibuang di area semak-semak dekat angkringan tersebut.
"Kami lakukan penggeledahan dan temukan satu bungkus plastik es moni, gelas sisa bau alkohol dan Arak Jawa sebagai campuran es moni," jelas Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono melalui Kabid Penegak Perundang Undangan Daerah (PPUD) Yusuf Abraham.
Selain itu, petugas juga menemukan adanya segerombolan pemuda yang pesta miras di angkringan.
Tepatnya di angkringan yang ada di depan Masjid Baitul Aisyah SLG. "Kami juga mengamankan pramusaji yang berpakaian terlalu terbuka," jelasnya.
Yusuf mengatakan, adapun kegiatan itu dilakukan karena masih banyaknya laporan terkait angkringan yang digunakan untuk minum-minum miras. Ada pula yang juga berjualan alkohol.
"Sesuai arahan bapak Kasatpol PP (Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono) Ini dilakukan untuk cipta kondisi agar trantibum terjaga," tandasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita