Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ternyata Mobil Ini Jadi Pemicu Laka Beruntun Berujung Maut antara Honda Beat, Isuzu Panther, dan Bus Harapan Jaya

Hilda Nurmala Risani • Senin, 11 Agustus 2025 | 00:49 WIB

 

HILDA NURMALA RISANI/JPRK  RINGSEK: Warga sekitar bergotong-royong mengangkat mobil Panther yang terlibat kecelakaan beruntun di jalan Kediri-Kertosono masuk Desa Janti, Papar kemarin.
HILDA NURMALA RISANI/JPRK RINGSEK: Warga sekitar bergotong-royong mengangkat mobil Panther yang terlibat kecelakaan beruntun di jalan Kediri-Kertosono masuk Desa Janti, Papar kemarin.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Kecelakaan beruntun kembali menyasar jalur Kediri-Kertosono kemarin siang. Kali ini laka berujung maut tersebut terjadi di Desa Janti, Papar.

Peristiwa tragis ini melibatkan dua sepeda motor, satu mobil, dan bus Harapan Jaya. Akibatnya Aris, 41, warga Ngronggot, Nganjuk yang mengemudikan Honda Beat AG 6249 WC tewas di lokasi.

Berdasarkan data yang dihimpun, kecelakaan beruntun ini terjadi sekitar pukul 11.15 WIB. Bermula dari sebuah SUV berwarna putih yang hendak belok kiri dari arah selatan secara mendadak.

“Ada mobil putih gagah yang tapi nggak jadi,” ujar Arik, warga setempat yang berada di dekat tempat kejadian perkara (TKP).

Lantaran terlalu mendadak, kendaraan di belakang SUV putih itu lantas kaget dan mengerem.

Tepat di belakang mobil tersebut ada Aris dan pengendara Honda Beat AG 4214 XZ lainnya. Lalu, sebuah mobil Panther merah bernopol AG 1349 G yang dikemudikan Mochammad Fahrezy Al Habsyi.

Kemudian paling belakang ada bus Harapan Jaya AG 7012 UT yang dikemudikan Rindang Adicatur Hamanda, 25.

Bruuaakkkkk!!!!! Kecelakaan hebat tak dapat terhindarkan. Bus Harapan Jaya menghantam bagian belakang Panther hingga akhirnya turut menabrak kedua sepeda motor di depannya.

Saking kerasnya tabrakan membuat Panther nahas itu masuk parit. “Setelah terjadi kecelakaan mobil putihnya langsung pergi begitu saja,” ucap Arik.

Sementara itu, Aris yang mengendarai Honda Beat langsung terpental. Dia mengalami luka serius.

Hingga membuatnya meninggal dunia di TKP. Sedangkan kendaraan lain yang terlibat kecelakaan beruntun tersebut mengalami ringsek cukup parah.

“Korban (Aris, red) kegencet mobil dengan bok parit. Meninggal dunia di tempat,” jelas Kepala Desa Janti Didik Sujatmiko

Terpisah, Rindang mengaku bahwa mengemudikan bus dengan kecepatan 65-70 km per jam.

Dia mengatakan tidak melihat adanya kendaraan yang melambat. Karena posisinya berada di tikungan. Dia hendak mengerem namun tidak bisa.

Sehingga berusaha banting kemudi ke kanan. “Gak kober ngerem. Jadi banting kanan. Bagian kiri depan nyodok Panther,” jelasnya.

Saat itu, Rindang tengah membawa 30 penumpang. Alhasil, mereka terpaksa dinaikkan di bus yang ada di belakangnya.

Sedangkan dia dan busnya berada di Polsek Papar untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Lebih lanjut, korban sempat dilarikan ke di RSUD Kabupaten Kediri (RSKK) untuk mendapatkan visum.

Sementara itu, pihaknya langsung mengerahkan anggota untuk mendalami kecelakaan beruntun tersebut.

“Saat ini masih olah TKP,” jelas Kastlantas Polres Kediri AKP I Made Jata Wiranegara melalui Kanit Gakkum Iptu Budi Winariyanto saat dikonfirmasi sekitar pukul 13.30 WIB.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, proses evakuasi Panther yang masuk parit berlangsung cukup lama.

Mobil merah itu harus ditarik oleh satu truk dan satu mobil SUV. Kendaraan baru bisa dikeluarkan sekitar 30 menit kemudian.

Editor : Andhika Attar Anindita
#bus Harapan Jaya #isuzu panther #honda beat #laka beruntun #maut