"Kami mendapatkan laporan terjadinya hujan es di wilayah Plosoklaten," jelasnya.
Dia mengatakan, peristiwa itu terjadi di beberapa desa. Yakni Sumberangung, Pujul, Pranggang dan Plosokidul.
Menurutnya, berdasarkan citra radar cuaca, terpantau pertumbuhan awan konvektif jenis cumulonimbus yang cukup masif di langit Kediri bagian timur. Adapun penyebab terjadinya hujan es karena pertumbuhan awan dipicu gangguan pola angin di wilayah Samudra Hindia.
Kondisi tersebut menciptakan pola angin siklonik yang berpusat di Selatan Jawa dan menyebabkan konvergensi di wilayah Jatim. Angin dari berbagai arah berkumpul di satu titik dan bertemu dengan kelembapan udara yang cukup tinggi.
Hal inilah yang memperkuat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Plosoklaten dan sekitarnya. “Kecepatan anginnya memang tidak terlalu signifikan, namun kelembapannya cukup basah, jadi memperkuat pembentukan awan,” jelasnya.
Menurut Lukman, kondisi atmosfer seperti ini diperkirakan akan berlangsung dalam 2–3 hari ke depan. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan hujan es.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian