Kedua korban jiwa itu adalah Murtaji, 65, dan Poniman, 70. Insiden itu membuat kedua korban mengalami luka bakar.
Kapolsek Purwoasri Iptu Rudi Hartono mengatakan, awalnya korban bersama temannya, Suwaji sedang membersihkan sisa-sisa daun tebu di sawah milik Budianto.
Sekitar pukul 10.00 WIB, Budianto sempat datang mengantar makanan dan meminta pekerjaan dihentikan pukul 11.00 WIB untuk dilanjutkan keesokan hari.
Namun, saat ketiganya hendak pulang sekitar pukul 11.30, Poniman justru membakar sisa daun tebu di sisi utara lahan. Dengan alasan tinggal sedikit.
Namun, saat itu kondisi angin kencang, sehingga api mudah merembet ke titik lain.
"Kondisi cuaca yang panas disertai angin kencang membuat api cepat merembet ke arah kebun tebu milik warga lain,” terang Rudi.
Melihat kobaran api terus membesar, Suwaji berusaha memisahkan api agar tidak merembet dan membuat kobaran api semakin meluas. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 13.30 WIB.
Setelah api berhasil dikendalikan, Suwaji menyadari dua rekannya hilang. Dia sempat mencarinya hingga ke rumah masing-masing, namun keduanya belum juga pulang. Karena khawatir, dia kembali ke sawah dan meminta bantuan warga setempat.
Akhirnya mereka menemukan Murtaji dan Poniman sudah tergeletak tak bernyawa di tengah sawah. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Purwoasri.
Rudi mengatakan, dari hasil pemeriksaan petugas medis setempat, tidak ada tanda-tanda kekerasan. "Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kedua korban mengalami kerusakan kulit akibat terbakar. Diduga kuat, mereka lebih dulu pingsan karena kehabisan oksigen karena asap kebakaran kemudian meninggal dunia dengan luka bakar hebat," ungkapnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal.
Editor : rekian