JP Radar Kediri-Hasil otopsi jenazah Deta Wirapratama, 23, korban pesta miras di Desa/Kecamatan Kepung sudah keluar. Didapati indikasi kekurangan oksigen pada pria asal Desa Gadungan, Puncu itu. Namun, untuk penyebab kematian secara pasti masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim.
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Kediri Kombespol drg Agung Hadi Widjanarko SpBM mengatakan, dari hasil otopsi jasad Deta memang ditemukan tanda kekurangan oksigen. “Ditemukan tanda kekurangan oksigen,” tulis Agung lewat WhatsApp.
Untuk diketahui, Purnomo, 43; Deta Wirapratama, 23; dan Agung Winarko, 21, tewas setelah pesta miras di salah satu warung Desa/Kecamatan Kepung, saat mereka menyaksikan pawai budaya di sana pada Sabtu (26/7) malam lalu. Adapun Agus Mulyono, 37, selamat setelah sempat meminum air kelapa.
Dari tiga korban tewas, polisi membawa jenazah Deta ke RS Bhayangkara untuk diotopsi. Selain ditemukan tanda kekurangan oksigen, menurut Agung tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Deta.
Karena hasil tersebut, otopsi belum bisa menyimpulkan penyebab kematian para buruh lepas itu. Sebab, belum diketahui kandungan apa saja di tubuh mereka yang menyebabkan kematian. “Menunggu hasil pemeriksaan toksikologi (dari Labfor Polda Jatim),” lanjut Agung.
Sebelumnya RSUD Kabupaten Kediri (RSKK) yang sempat melakukan perawatan medis pada Deta dan Agung Winarko juga melakukan pemeriksaan laboratorium. Dari hasil tes air urine, didapati kandungan alkohol. Hasil yang sama juga keluar saat dilakukan uji terhadap Agus Mulyono.
Dari hasil tersebut, disimpulkan jika tiga pria itu mengalami intoksikasi alkohol. Yakni, kondisi saat seseorang mengalami gangguan kesehatan akibat mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
Seperti diberitakan, setelah pesta miras sembari melihat karnaval yang di antaranya juga diikuti sound horeg itu, Purnomo mulai mengeluh sakit di bagian perut dan dada pada Minggu (27/7) pagi. Selanjutnya dia meninggal pada Senin (28/7) pagi. Sedangkan Agung Winarko dan Deta masih sempat melihat pentas jaranan di Desa Gadungan, Puncu pada Minggu (27/7) siang.
Selanjutnya mereka mengeluh sakit di bagian perut dan dada pada Senin siang dan dibawa ke RSKK pada Senin (28/7) sore. Deta dinyatakan meninggal pada Selasa (29/7) pagi. Kemudian, Agung Winarko meninggal pada Selasa sore. Agus yang semula dalam kondisi sehat juga dibawa ke RSKK pada Selasa (29/7) malam setelah mengeluh sakit perut.
Terpisah, Wakil Direktur Pelayanan RSKK dr Binti Ratna Khomsiyatin menyebut kondisi Agus semakin membaik. Dia hanya mengeluhkan sakit perut saja. “Tidak ada keluhan lain,” jelas Binti sembari menyebut Agus diperbolehkan pulang kemarin sore (31/7). (*)
Editor : Mahfud