Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Korban Tewas akibat Pesta Miras usai Nonton Sound Horeg Tambah Lagi, Dua di Antaranya Kakak Adik

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 30 Juli 2025 | 14:18 WIB
Ilustrasi pesta miras usai nonton sound horeg
Ilustrasi pesta miras usai nonton sound horeg

JP Radar Kediri-Aksi pesta minuman keras (miras) yang dilakukan oleh empat pria asal Desa Gadungan, Puncu pada Sabtu (26/7) malam lalu berujung petaka. Purnomo, 43, bersama dua keponakannya, Deta Wirapratama, 23; dan Agung Winarko, 21, tewas setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Adapun Agus Mulyono, 37, satu-satunya korban yang masih hidup, dimintai keterangan di Polres Kediri. 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, Purnomo diduga menenggak miras bersama Deta, Agung, dan Agus di salah satu warung di Desa Kepung, Kecamatan Kepung. Tepatnya, usai mereka menyaksikan karnaval sound horeg yang digelar di desa tersebut.

“Infonya minum miras telon (oplosan dari tiga jenis minuman, Red),” kata sumber koran ini.   

Aksi pesta miras yang dilakukan oleh empat pria asal Desa Gadungan, Puncu itu juga dibenarkan oleh Subakri, 55, paman Deta dan Agung. Menurutnya para korban memang baru saja menyaksikan karnaval sound horeg di Desa/Kecamatan Kepung pada Sabtu malam. 

Selanjutnya, pada Minggu (27/7) pagi Purnomo mengeluhkan sakit. Tepatnya di bagian perut dan dada.

“Dia (Purnomo, Red) meninggal pada Senin (28/7) pagi,” ungkap Subakri.

Setelah Purnomo dinyatakan meninggal, Deta dan Agung mengeluhkan sakit di bagian perut dan dada pada Senin sore. Dia langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Kediri (RSKK) pada pukul 15.51. Selanjutnya, pukul 21.00 keduanya dimasukkan ke ruang intensive care unit (ICU). 

“Saya dengar Deta meninggal dunia tadi pagi (29/7),” terang Subakri ditemui di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Gadungan, Puncu. 

Terkait kepastian penyebab kematian keponakannya, Subakri mengaku tidak tahu secara pasti. Meski demikian, dia membenarkan jika keponakannya itu sempat minum miras oplosan di Desa/Kecamatan Kepung saat penyelenggaraan karnaval sound horeg.

“Tapi minumnya pas di mana tidak tahu,” jelasnya.

pestaBaca Juga: Rawan Pesta Miras dan Balap Liar, Polisi Gelar Operasi di Kawasan SLG Kediri Berbudaya

Sumber koran ini lainnya menyebut, usai pesta miras Sabtu malam, Agung dan Deta masih sempat melihat pentas jaranan di Desa Gadungan, Puncu pada Minggu siang. Baru kemudian pada Senin sore mengeluhkan sakit dan dibawa ke RSKK.

“Kalau Agus selamat karena saat mengeluhkan badannya kurang enak badan langsung diberi air kelapa,” lanjut sumber yang mewanti-wanti agar namanya tidak dikorankan itu.

Hingga kemarin, Agus yang menjadi satu-satunya korban selamat masih dimintai keterangan di Polres Kediri. “Detailnya seperti apa masih belum tahu,” lanjutnya lagi. 

Terpisah, Wakil Direktur Pelayanan RSKK dr Binti Ratna Khomsiyatin yang dikonfirmasi tentang penyebab kematian Agung dan Deta juga menyebut jika dua pasien yang sempat dirawat di RS milik Pemkab Kediri ini akibat miras. “Kalau untuk kepastiannya tadi (29/7) sampel darah dan urine (Agung, Red) masih diminta kepolisian untuk pemeriksaan toksikologi,” ungkap Binti. 

Lebih jauh Binti menyebut, Deta dan Agung dibawa ke RSKK dalam kondisi gagal multiorgan yang dimungkinkan akibat miras. Saat masuk ruang ICU, dua pasien itu juga diintubasi dan rangkaian perawatan lainnya. 

Namun, Deta dinyatakan meninggal dunia Selasa (29/7) pagi. Sedangkan Agung yang sebelumnya kritis dinyatakan meninggal pukul 17.30 kemarin (29/7). Hingga tadi malam jenazah Agung belum dibawa ke rumah duka.

“Arahan dari kepolisian tidak boleh dibawa pulang dulu. Bisa jadi akan diotopsi,” tandas Binti.

  Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan membenarkan terkait penyebab dugaan tewasnya para korban akibat mengonsumsi miras oplosan. “Dugaannya adalah keracunan miras oplosan,” jelasnya sembari menyebut polisi sudah memeriksa beberapa saksi terkait peristiwa itu.

Polisi, lanjut Joshua, akan melakukan penyelidikan dengan mengedepankan scientific crime investigation. “Penyidik masih fokus melakukan penyelidikan,” terang Joshua belum bisa memastikan lokasi pasti para korban mengonsumsi miras.

Pantauan koran ini, jenazah Deta sempat hendak dimakamkan di TPU Gadungan, Puncu kemarin siang. Namun, saat jenazah sedang diuruk di liang lahat, polisi meminta agar jenazah dikeluarkan kembali karena akan diotopsi.

“Bagaimana terbaiknya. Kami pasrah hasil otopsi seperti apa,” imbuh Subakri.

Joshua menambahkan bahwa pihaknya melakukan otopsi pada jasad Deta. (*) 

 

Editor : Mahfud
#oplosan #tewas #sound horeg #miras