JP Radar Kediri– Sementara itu, musibah yang menimpa rumah Nurhayati kemarin jadi perhatian Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. Sekitar pukul 15.00, dia mendatangi lokasi kebakaran. Berbincang dengan Nurhayati, perempuan berusia 27 tahun itu berusaha untuk menguatkannya.
“Ini (kedatangannya ke lokasi kebakaran, Red) sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Kediri. Kami juga menyalurkan bantuan sosial berupa sembako dan selimut,” jelasnya.
Melihat separo rumah Nurhayati terbakar, Vinanda langsung memerintahkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Kediri untuk mengkajinya. Terutama agar rumah itu bisa diperbaiki oleh pemkot.
“Ketika ini nanti persyaratan administratifnya bisa terpenuhi, nanti akan kami upayakan bisa dibangun lagi rumahnya,” tandasnya.
Vinanda menyebut, ke depan mitigasi bencana serupa akan digencarkan. Sosialisasi untuk mencegah bencana kebakaran akan semakin dimasifkan. Sehingga, bencana serupa bisa dicegah.
Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri Joko Arianto menyebut, sesuai hasil asesmen rumah dan warung itu tidak bisa ditempati. Sembari menunggu kajian untuk perbaikan kerusakan, pemilik rumah akan tinggal di rumah yang kini ditempati anak dan cucunya.
“Karena tadi (9/7) semuanya sudah hangus. Mungkin besok ada yang membersihkan juga. Dan dari perkim akan mengkaji kalau bisa segera dibangun lagi,” urai Joko sembari menyebut dalam kondisi darurat masyarakat bisa melapor ke call center Lapor Mbak Wali 112 agar penanganannya lebih cepat.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi menimpa rumah Fatkulloh, 59. Dia harus menutup warung nasi goreng yang sekaligus rumahnya di Jl Halim Perdana Kusuma, Kelurahan Jamsaren, Pesantren kemarin. Ini setelah separo bangunan berukuran 84 meter persegi itu dilalap si jago merah. Petaka tersebut diduga dipicu kelalaian Nurhayati, 63, istrinya yang tidak mematikan kompor usai menggoreng ayam.
Kebakaran terjadi pukul 07.55. Saat kejadian, Nurhayati sedang ada di dalam rumah. Sedangkan Fatkulloh jalan kaki di area simpang lima gumul (SLG). Sebelum kejadian, menurut Nur dirinya sempat kesulitan menyalakan kompor.
Namun, di saat bersamaan terdengar suara desisan dan bau gas elpiji yang menyengat. “Setelah beberapa kali saya coba kompor menyala dan saya menggoreng ayam,” kata Nur.
Setelah selesai menggoreng ayam, seingat Nur dirinya langsung mematikan kompor. Selanjutnya dia keluar rumah. “Saat kembali api sudah muncul dari arah selang regulator,” lanjut Nur sembari menyebut dirinya juga lupa mematikan pompa air rumahnya.
Melihat api masih kecil, Nur berusaha memadamkan dengan menyiram air. Bukannya padam, api langsung membesar. Nur yang panik langsung berlari keluar rumah dan meminta bantuan tetangganya.
Warga yang berdatangan langsung meminta agar pompa air di dalam rumah dimatikan. “Sanyone dipateni! sanyone ndang dipateni (pompa airnya segera dimatikan, Red)!” kenang Nur menirukan teriakan tetangganya kemarin pagi.
Tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Mereka langsung memadamkan api di permukiman padat penduduk itu secara bersamaan. Si jago merah berhasil dipadamkan pukul 09.15.
Fatkulloh yang ditemui Jawa Pos Radar Kediri membeber perilaku istrinya yang lupa mematikan kompor saat memasak. Karena itu pula, dia mengaku tidak heran jika rumahnya terbakar karena dipicu lupa mematikan kompor.
“Saya dulu kerja merantau. Pulang ke sini karena tahu karakter istri saya pelupa,” aku pria yang akrab disapa Kul itu usai mengecek kondisi kompor dan regulator setelah api padam. Saat diperiksa, tuas kompor masih di posisi on. Hal itu semakin menegaskan jika Nur lupa mematikan kompor.
Kepala Unit Damkar Kota Kediri Fanni Eryanto mengatakan, kerugian akibat kebakaran kemarin ditaksir mencapai Rp 75 juta. Selain perabotan rumah tangga dan alat memasak, separo rumah Kul habis dilalap api. “Yang terselamatkan sekitar Rp 525 juta,” papar Fanny.
Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi menambahkan, pemicu kebakaran diduga kuat akibat kompor yang tidak dimatikan usai menggoreng ayam. “Diduga berasal dari alat masak. Lupa mematikan kompor,” jelasnya.(*)
Editor : Mahfud