KEDIRI, JP Radar Kediri– Jalan Sisingamaraja di Kelurahan Kemasan, Kecamatan Kota sering terjadi kecelakaan lalu lintas.
Menindaklanjuti hal itu, pihak terkait akhirnya memasang speed bump. Harapannya, angka kecelakaan dapat mengalami penurunan.
Kanit Kamsel Polres Kediri Kota Ipda Arifin Priyo Ananto mengatakan, ada aduan warga terkait kecelakaan lalu lintas di sana saat malam hari.
“Aduan tersebut langsung kami tindaklanjuti dengan mengecek lokasi. Kami juga mewawancarai warga sekitar terkait kondisi yang sebenarnya,” jelasnya.
Dari hasil wawancara tersebut diketahui jika simpang empat Sisingamangaraja di Jalan Patiunus sudah terdapat flashing lap atau lampu peringatan.
Namun yang menghadap ke sisi barat diletakkan di tempat yang berbeda. Sehingga kurang sesuai dengan peruntukannya.
Tak hanya itu, terdapat pohon besar di sisi pojok sebelah utara antara arah utara dan arah timur. Keberadaan pohon ini menjadikan simpang empat tersebut tidak terlalu tampak.
Apalagi saat malam hari. Sehingga pengendara yang kurang mematuhi rambu lalu lintas tidak akan mengurangi kecepatan.
“Dari temuan dilapangan tersebut, selanjutnya kami merekomendasikan beberapa solusi. Seperti pemasangan speed bump dan pemotongan pohon besar yang menganggu pandangan pengendara,” ucap Arifin.
Pemasangan speed bump bertujuan memaksa pengendara untuk mengurangi kecepatannya.
Rekomendasi ini juga berlaku untuk simpang empat jalan Moh. Husni Thamrin yang berada di sebelah selatannya.
“Alhamdulillah laporan kami ditindaklanjuti oleh DLHKP dengan mengepres dahan pohon dilokasi. Sedangkan dari Dishub berupa pemasangan speed bump,” ujar bapak tiga anak itu.
Untuk diketahui, dari data yang diperoleh wartawan Jawa Pos Radar Kediri total ada sekitar lima laka yang terjadi.
Mayoritas saat kondisi sudah gelap. Mereka seringkali menyebrang tanpa melihat kanan dan kiri terlebih dahulu.
Sementara itu, salah satu pengendara yang melintas Yosep Dwianto, 45 mengaku sangat terbantu dengan speed bump ini. Sebab ada pengingat ketika lupa mengurangi kecepatan.
“Kadang kan lupa untuk mengurangi laju kecepatan. Tapi adanya ini (speed bum, Red) secara tidak langsung jadi sadar,” ungkap Yosep.
Tak hanya itu, pemotongan pohon di pojok simpang empat juga membuat lokasi sekitar menjadi lebih terbuka. Sehingga tidak ada yang menganggu pandangan lagi.
Kondisi serupa juga dirasakan oleh Andini, 24. Menurutnya kini masyarakat lebih sadar dan mengurangi kecepatan saat akan melintas di simpang empat tersebut.
“Biasanya langsung bablas. Tapi sekarang tengok kanan dan kiri dulu,” pungkasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita