Ketua Tim Kerja Meteorologi Publik BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri, Satria Kridha Nugraha menjelaskan, anomali cuaca tidak hanya berpengaruh pada bidang pertanian saja. Tapi bisa meluas ke masalah kesehatan.
“Ketika terjadi la nina, musim hujan bisa lebih maju,” jelasnya. Kondisi itu menyebabkan perubahan cuaca semakin tidak menentu dan berdampak pada daya tahan tubuh.
Selain itu, pada saat terjadi musim hujan, nyamuk ikut berkembang. Dan yang mengkhawatirkan adalah kemunculan nyamuk aedes aegypti yang bisa menyebabkan demam berdarah dengue (DBD).
Nyamuk itu bisa berkembang biak dengan cepat karena kondisi lembab. Terutama saat musim hujan. Sementara ketika musim kemarau perkembangan nyamuk menjadi lebih rendah.
Ketika terjadi anomali cuaca, yang seharusnya musim kemarau tapi malah kerap turun hujan membuat perkembangbiakan nyamuk semakin tinggi. Apalagi curah hujannya di atas 150 mm per bulan selama 3 bulan berturut, maka potensi nyamuk berkembang biak lebih cepat.
“Kalau tahun kemarin sebelum musim hujan 2024 kami undang stakeholder kesehatan dan kami sosialisasikan prediksi musim hujan 2024 dan kaitanya dengan DBD,” jelasnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian