Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Begini Hasil Pemeriksaan Polisi soal Ledakan Septic Tank di Rumah Warga Semampir Kediri

Hilda Nurmala Risani • Sabtu, 28 Juni 2025 | 14:00 WIB
Kondisi rumah Kusni di Kelurahan Semampir usai mengalami ledakan.
Kondisi rumah Kusni di Kelurahan Semampir usai mengalami ledakan.

 

KEDIRI, JP Radar Kediri– Polisi terus mendalami ledakan di rumah Kusni dan Lusi di Kelurahan Semampir pada Rabu kemarin (25/6).

Polisi memastikan bahwa ledakan itu terjadi karena septic tank di rumah pasutri itu penuh. Bukan karena dipicu aktivitas pembakaran.

“Ledakan berasal dari septic tank. Tidak ada kegiatan pembakaran sebelumnya. Baik orang merokok maupun sejenisnya,” jelas Kapolsek Kediri Kota Kompol Ridwan Sahara.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ledakan septic tank bisa terjadi karena pembuatannya tidak sesuai dengan standar operasi pelayanan (SOP).

Yaitu tidak diberi akses pembuangan udara. Sehingga ketika di dalam penuh amoniak dan di luar kondisi sedang panas maka akan menimbulkan ledakan.

Berdasarkan penuturan warga, ledakan terdengar cukup keras. Itu dibuktikan dengan terdengarnya suara dari jarak 100 hingga 200 meter.

Awalnya warga mengira ledakan berasal dari ban meletus. Namun setelah dicek ternyata dari dalam rumah warga.

“Ledakan menggemparkan pemilik rumah dan tetangga sekitar. Kedua pemilik rumah sempat kami bawa ke rumah sakit untuk perawatan,” imbuh lelaki dengan dua Melati emas di pundak itu.

Akibat ledakan ini rumah pasutri tersebut mengalami kerusakan cukup parah. Genting hancur dan sebagian dinding roboh.

Tak hanya itu, empat rumah warga disekitarnya juga mengalami kerusakan. Terutama pada genting dan tembok yang retak. Meskipun banyak kerusakan rumah tidak ada satupun korban jiwa akibat ledakan. 

Pemilik rumah dibawa ke rumah sakit karena memang sebelumnya sudah memiliki riwayat penyakit obesitas. Sehingga perlu bantuan petugas kesehatan dalam perawatan.

“Tidak sampai satu hari pemilik rumah yang sempat dibawa ke rumah sakit sudah kembali pulang,” terang Ridwan.

Untuk diketahui, total estimasi kerugian mencapai Rp 3 juta sampai Rp 4 juta. Yang dapat digunakan sebagai biaya perbaikan rumah.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Paulus Luhur Budi mengatakan, untuk taruna siaga bencana (tagana) sudah menyiapkan dukungan logistik.

Tak hanya itu, pihaknya juga menyediakan barak sebagai tempat tinggal sementara. “Untuk korban jika berkenan sementara ini bisa tinggal di barak,” terangnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, ledakan terjadi pada pukul 12.00. Tepatnya di rumah Kusni dan Lusi yang beralamat di Jalan Mayor Bismo Kelurahan Semampir.

Sempat muncul dugaan bahwa ledakan itu dipicu adanya aktivitas pembakaran di sekitar septic tank.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #septic tank #ledakan #semampir #polisi