JP Radar Kediri – Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025 di Kota Kediri berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Bertempat di halaman Rumah Pemulihan IPWL-Eklesia Kediri Foundation, ratusan peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara dengan mengenakan berbagai kostum budaya dan tokoh pewayangan.
Salah satunya datang dari Gereja Pusat Pantekosta Indonesia (GPPI) Kediri. Mereka tampil mencolok dalam kostum Pandawa Lima, Semar, tiga dayang, dan Buto Cendono.
“Kami ikut pakai kostum wayang agar bisa menyemarakkan acara. Harapannya, lewat budaya seperti ini bisa membantu menanggulangi narkoba,” ujar Nunuk Purmaningsih (48), peserta dari GPPI.
“Meski capek karena dandan dan pakai atribut lengkap, tapi kami senang dan penuh suka cita,” tambahnya.
Tak hanya itu, berbagai warga lainnya juga berdandan khas. Ada yang mengenakan pakaian adat Jawa, ada pula yang tampil ala Hanoman, dan sebagian besar tampak kompak mengenakan seragam Linmas.
Rosmalawati (52), warga Ngronggo yang hadir dengan balutan baju dan selendang Jawa, mengaku bangga bisa ikut memeriahkan acara ini. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa terus digelar dan membawa dampak nyata di lingkungan sekitar.
“Senang bisa berpartisipasi. Semoga Kediri bisa benar-benar bebas dari narkoba,” ujarnya singkat.
Menurut pendiri Eklesia Kediri Foundation, Dr Jesicha Yenny Susanty, keikutsertaan masyarakat dalam acara ini bukan sekadar memeriahkan peringatan HANI, tapi juga bagian dari proses edukasi dan pemberdayaan.
“Masyarakat yang tampil hari ini adalah mereka yang selama ini kita edukasi, agar mereka turut mengambil peran dalam upaya pemulihan, terutama melalui pencegahan,” jelasnya.
“Pemulihan tidak hanya terjadi di dalam lembaga, tapi bisa dibangun dari lingkungan, lewat kesadaran dan kepedulian masyarakat sendiri,” imbuhnya.(*)
Editor : Mahfud