Dia menjadi korban copet yang beraksi saat sedang rebutan gunungan. Saat itu, dia hanya fokus pada objek gunungannya.
“Saya kehilangan handphone. Baru sadar ketika sampai rumah saat mengeluarkan pisang dan terong hasil berebut gunungan,” terangnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.
Selain Fita ada pula Meirina, juga warga Kelurahan Balowerti, Kota. Dia juga kehilangan satu handphone. “Padahal tas ku wis tak goceli (padahal tas sudah saya pegangi, Red). Tapi ternyata kecolongan juga,” ujarnya dengan raut muka kesal.
Lebih jauh Meirina bercerita, aksi pelaku cukup nekat. Setelah mencopet, pelaku lalu melemparkan hasil kejahatannya ke orang lain.
Meirina sempat takut salah sasaran. Itu karena terduga pelaku memakai pakaian rapi. Mengenakan batik mirip pegawai pemerintah.
“Sopo ngira wonge ternyata pencopet (siapa mengira dia pencopet, Red),” imbuhnya.
Pantauan koran ini, hingga pukul 13.30 polisi masih melakukan penyelidikan terhadap terduga pelaku. Polisi juga memeriksa keterangan para korban.
“Wonge sik ga gelem ngaku (orangnya masih tidak mau mengaku, Red). Dan barang yang ditemukan dari pelaku hanya uang Rp 500 ribu dan 1 handphone,” ujar salah satu orang yang enggan disebut namanya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian