Warga yang mengetahui aksi pelaku langsung meluapkan emosinya. Pencopet itu pun langsung dijotosi hingga babak belur. Nyawanya si pencopet selamat karena diamankan ke kantor polisi di Polsek Kota.
Baca Juga: Pabrik Tapioka di Kediri, Damkar Harus Berjibaku dengan Jago Merah
Sugeng Rahayu, warga asal Kelurahan Balowerti, salah satu korban mengaku, kehilangan dompet. “Isinya uang Rp 500 ribu sama dua kartu ATM KIP (Kartu Indonesia Pintar) untuk anak sekolah,” ujar ibu dua anak itu.
Saat itu, dia mendengar orang di sebelahnya berteriak kehilangan barang. “Loh HP karo tasku hilang,” ucap Rahayu menirukan korban di sebelahnya. Dia lalu memeriksa tasnya. Saat itulah dia sadar dompetnya ikut raib.
Baca Juga: Oven Pabrik Pati di Kandangan Kediri Meledak, Satu Orang Mengalami Luka Bakar! Mulai Kondisinya
"Terus saya tanya petugas, katanya suruh ke pos. Di situ ternyata sudah banyak orang," urainya mendapat keterangan dari korban lainnya jika pelaku sudah tertangkap dan dihajar.
Meirina, korban lainnya mengatakan, saat berebut gunungan hasil bumi, dia merasa ada yang menarik tasnya.
Saat itu, dia melihat seorang pria mengambil ponselnya. Sepintas, pria yang diperkirakan berusia sekitar 50 tahun itu tak seperti pencopet.
"Penampilannya rapi. Pakai batik, celana hitam, kayak orang pemkot. Bawa tas ransel juga. Terus saya kejar dan tanya 'hpku endi?" Di situ dia sempat mengelak. Katanya 'kowe nuduh aku?," terangnya.
Di waktu yang sama, ada seorang perempuan lagi yang mendekat. Di situ, korban lainnya berteriak bahwa tasnya diambil pelaku. Dari situlah beberapa pemuda sempat mengejar dan menghajar pelaku.
Baca Juga: Ringsek, Ini Penyebab Toyota Yaris Tabrak Tiang Reklame di Gampengrejo Kediri
"Setelah ada ibu-ibu lain yang teriak, pelaku langsung pergi begitu saja. Akhirnya saya kejar sama anak-anak jaranan. Saat itu langsung dijotosi," ungkapnya.
Terduga pelaku pun diamankan di pos Satpol PP di Balai Kota Kediri. Sebelum akhirnya dijemput petugas polisi dan dibawa ke Polsek Kota. Para korban pun diminta datang ke Polsek Kota untuk dilakukan pendataan.
Hingga berita ini ditulis, sedikitnya sudah ada lebih dari lima korban yang melaporkan kehilangan dan sedang dalam pendataan petugas kepolisian.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian