JP Radar Kediri-Ledakan yang terjadi di pabrik pengolahan singkong menjadi tapioka di Dusun Tambi, Desa Kandangan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri memang sudah teratasi. Namun, upaya penanggulangan itu menyisakan cerita heroik. Yaitu ketika petugas pemadam kebakaran (damkar) harus berjibaku melawan si jago merah.
Ledakan di pabrik milik CV Sumber Rejo tersebut bersumber dari oven pengering. Setelah meledak kemudian memercikkan api dan membesar menjadi kebakaran hebat.
Penyebabnya, ledakan pada oven mengakibatkan sumber panas yang tinggi pada tabung penyaring tepung. Dari hal itu kemudian mengakibatkan percikan api.
"Karena itu membakar kayu dan karung berisi tepung tapioka di dekat oven," terang Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono.
Kaleb menambahkan, api dengan cepat membakar di area itu. Petugas bidang damkar Satpol PP Kabupaten Kediri yang mendapatkan informasi langsung meluncur ke lokasi. Berikutnya langsung melakukan penanganan.
Masih berdasarkan keterangan Kaleb bahwa api berhasil dipadamkan beberapa jam kemudian. Tepatnya pada Rabu malam pukul 18.00 WIB.
Memang, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian yang diderita pemilik pabrik relatif besar.
"Kerugian Rp 100 juta. Yang terselamatkan Rp 1 miliar," terang Kaleb.
Sebelumnya, ledakan terjadi di pabrik pati milik CV Sumber Rejo yang berada di Dusun Pandean, Desa/ Kecamatan Kandangan, Rabu (25/6) sore. Oven pengering tepung milik pabrik tersebut mendadak meledak sekitar pukul 15.15 WIB.
Insiden tak terduga itu menyebabkan kerusakan di area produksi. Juga memunculkan korban luka-luka.
Akibat kejadian itu, seorang pekerja terluka. Dia adalah Wardi. Pekerja berusia 44 tahun warga Dusun Tambi tersebut mengalami luka bakar serius.
Tubuh Wardi mengalami luka bakar hingga 40 persen. Dia pun segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Dari hasil penyelidikan sementara, penyebab ledakan diduga karena adanya penyumbatan di dalam sistem oven pengering. Membuat sistem kerja oven terganggu dan akhirnya meledak.(*)
Editor : Mahfud