KEDIRI, JP Radar Kediri- Pelaku pelecehan seksual di Kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri akhirnya tertangkap.
Tim buser bergerak cepat menindaklanjuti video viral tersebut. Sayangnya, pihak kepolisian masih enggan membuka identitas pelaku ke publik.
Namun, begitu kabar penangkapan itu dibenarkan oleh pihak berwajib. “Iya betul,” ujar Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kediri Ipda Heri Wiyono saat dikonfirmasi terkait penangkapan pelaku.
Lebih lanjut, Heri mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Mengingat kasus ini mendapatkan atensi tinggi dari masyarakat. “Masih kami dalami,” ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, dalam video tersebut pelaku yang diduga seorang eksibionis itu melecehkan seorang siswi. Buntut ramainya video tersebut pihak kepolisian langsung memburu pelaku.
Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa memilukan itu terjadi di dekat gerai Alfamart SLG sekitar pukul 11.52 WIB.
Kala itu, korban berhenti di pinggir jalan karena sudah merasa curiga. Pelaku mengendarai sepeda motor Honda Supra lawas.
Teman korban lantas berinisiatif merekam dengan gawainya. Namun, pelaku justru tidak takut. Bahkan, seakan merasa tertantang.
Pria tersebut lantas menghampiri korban dengan mengendarai sepeda motornya. Setelah dekat, dia menepuk pantat korban.
Perbuatan tersebut terekam jelas. Dia mengenakan celana jins dan jaket hitam. Wajah pelaku juga terlihat. Ironisnya, nampak resleting celana korban dalam kondisi terbuka.
Diduga kuat, pelaku merupakan seorang eksibionis yang memperlihatkan alat vitalnya di tempat umum.
Heri menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Menurutnya, keamanan dan ketertiban masyarakat adalah hal utama.
Hal senada juga disampaikan oleh Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono.
Dia mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan patroli di kawasan SLG. Terlebih, wilayah tersebut merupakan ikon Kabupaten Kediri.
Salah satu caranya, Kaleb menegaskan akan menambah jumlah personel yang patroli di Kawasan SLG.
“Jangan sampai gara-gara itu warga jadi resah. Wilayah Kabupaten Kediri harus aman tanpa membuat resah masyarakat,” tandasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita