Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Miris! Bayi yang Diajak Mengemis alami Dehidrasi, Langsung Diamankan Satpol PP Kota Kediri usai Terima Aduan di Lapor Mbak Wali

Ayu Ismawati • Sabtu, 10 Mei 2025 | 06:18 WIB
Petugas satpol PP mengantarkan Na ke rumah kontrakannya di Tulungagung.
Petugas satpol PP mengantarkan Na ke rumah kontrakannya di Tulungagung.

 

KOTA, JP Radar Kediri— Pengemis membawa bayi yang sempat berkeliaran di Kota Kediri berhasil diamankan petugas satpol PP.

Hari ini (9/5), pengemis perempuan itu didapati mangkal di Jl Kawi, Kelurahan Mojoroto, sekitar pukul 13.00.

Meski sempat mencoba menghindari petugas dengan bersembunyi, Na, 30, berhasil diamankan dan dibawa ke Mako Satpol PP Kota Kediri.

          Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Kediri Agus Dwi Ratmoko mengatakan, pihaknya melakukan penelusuran setelah ada warga yang menyampaikan aduan lewat Lapor Mbak Wali 112.

Saat itu, perempuan berjilbab tersebut didapati tengah menggendong anaknya sembari mengemis di simpang empat Jl Kawi.

          “Kami temui dia di pinggir jalan, akhirnya langsung kami bawa ke mako. Lalu kami panggil petugas dari dinas kesehatan, PPA (pendampingan perempuan dan anak), dan TRC (tim reaksi cepat). Ibunya kondisinya sehat, hanya bayinya yang kurang sehat,” kata Agus.

          Saat dilakukan pemeriksaan oleh tim kesehatan, bayi berusia dua bulan itu mengalami dehidrasi. Kemungkinan hal itu karena diajak mengemis di tengah cuaca yang panas.

Selain mengecek kondisi bayi, satpol juga memastikan apakah bayi laki-laki itu benar anak kandung perempuan asal Magetan tersebut.

“Waktu dicek, ternyata benar baru melahirkan. Ada luka bekas operasi caesar,” ungkap Agus.

          Saat dimintai keterangan, Na awalnya sempat berbohong tinggal di Kras, Kabupaten Kediri. Ternyata, dia merupakan warga asal Magetan yang saat ini tinggal di rumah kontrakan di i Tulungagung.

          “Alasannya karena ekonomi. Jadi suaminya pergi kerja ke Kalimantan, maka dia sehari-hari meminta-minta” beber Agus terkait motif Na mengajak mengemis bayinya yang baru lahir itu.

          Karena kondisi bayi yang mengalami dehidrasi, petugas sempat membawa bayi itu ke RSUD Kilisuci untuk mendapat perawatan intensif. Namun, di hari yang sama sudah keluar rumah sakit karena ibunya menolak bayinya dirawat.

          “Sebenarnya perlu perawatan. Cuma dari ibunya itu memaksa dibawa pulang. Akhirnya dari rumah sakit tidak bisa menahan kalau orang tuanya tidak setuju anaknya dirawat di rumah sakit,” terangnya sembari menyebut, pihaknya juga memberikan peringatan dan pembinaan agar Na tidak mengulangi perbuatannya.

          Lebih jauh dari hasil interogasi, Na yang tinggal hanya bersama bayinya mengaku menuju Kota Kediri dengan menaiki bus dari Tulungagung.

Karena memaksa pulang, petugas satpol PP pun mengantar Na dan bayinya kembali ke kontrakannya di Tulungagung.

          “Sudah kami antar bersama bayinya ke Tulungagung. Ternyata di sana juga nggak ada orang (Na tinggal sendiri, Red). Tapi sudah kami sampaikan ke pemilik kontrakannya,” pungkas Agus.

Sebelumnya, koran ini juga mendapati Na meminta-minta sembari menggendong bayinya pada Minggu (4/5) lalu.

Saat itu, Na mengemis di simpang empat Jl Ahmad Dahlan-Jl Suparjan Mangun Wijaya-Jl Kawi. Karena cuaca yang panas, beberapa kali Nanampak berteduh di bawah pohon di tepi jalan.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #pemkot kediri #Lapor Mbak Wali #satpol pp kota kediri