Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Rawat Tradisi Manten Tebu Selama 113 Tahun, Arak-Arakan Reog Ikut Meriahkan Buka Giling PG Ngadiredjo

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 10 Mei 2025 | 06:40 WIB
Sejumlah petani mitra PG Ngadiredjo mengarak manten tebu lengkap dengan kembar mayang dalam buka giling Jumat (8/5)
Sejumlah petani mitra PG Ngadiredjo mengarak manten tebu lengkap dengan kembar mayang dalam buka giling Jumat (8/5)

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Tradisi arak-arakan manten tebu masih menjadi magnet dalam acara buka giling.

Seperti di Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo hari ini, arak-arakan tebu yang dihias lengkap dengan kembar mayang, menyedot perhatian ratusan penonton di wilayah selatan Kabupaten Kediri itu.

          Warga semakin antusias mengabadikan arak-arakan manten tebu karena di belakang mereka juga ada pentas Reog Ponorogo.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, dalam arak-arakan yang dimulai sekitar pukul 07.45 itu, ada 13 tebu pilihan yang dibawa dan diarak keliling stasiun tebang angkut PG Ngadiredjo.

Tebu-tebu yang dibawa oleh petani mitra itu dibalut kertas emas dan janur. Di depan manten tebu itu juga sepasang muda-mudi yang membawa kembar mayang, tak ubahnya ritual temu manten di masyarakat.

          Begitu rombongan lewat di depan warga yang menyemut untuk menonton, mereka langsung mengeluarkan ponsel untuk mengabadikannya.

Bahkan, tidak sedikit yang berani mendekat untuk berfoto dengan background tradisi tahunan itu. Terutama saat rombongan reog lewat di depan mereka.

          “Ini (Reog Ponorogo, Red) jadi salah satu daya tarik karena tahun lalu memang tidak ada,” kata Asisten Manager Tebang Muat Angkut (Asmen TMA) Suhadi yang kemarin memimpin arak-arakan.

          Diakui Suhadi, tahun ini jumlah masyarakat yang menonton ritual manten tebu lebih banyak dibanding tahun lalu.

Meski hal tersebut mengurangi kekhusyukan acara, Suhadi mengaku tidak mempermasalahkannya. Sebab, antusiasme masyarakat jadi indikator ritual manten tebu masih diminati.

General Manager (GM) PG Ngadiredjo Wayan Mei Purwono juga membenarkan tentang tradisi manten tebu yang tahun ini lebih meriah. “Karena ada arak-arakan reog. Biasanya tidak ada,” terang Wayan.

          Untuk diketahui, selain arak-arakan dan pentas Reog Ponorogo, PG Ngadiredjo menggelar sejumlah pagelaran seni jelang buka giling. Di antaranya, pentas wayang kulit dan jaranan.

“Ini (pagelaran wayang kulit dan jaranan yang mengiringi manten tebu, Red) merupakan tradisi (tahunan, Red) yang terus dijaga oleh PG Ngadiredjo,” papar Wayan tentang ritual selama lebih dari 110 tahun itu.

Sementara itu, Yanti, 50, warga Desa Jambean, Kras mengaku sengaja datang ke PG Ngadiredjo untuk menyaksikan ritual manten tebu.

“Tahun ini lebih meriah. Tahun lalu hanya ada jaranan. Tidak ada arak-arakan reog,” ungkap perempuan yang tahun lalu juga menyaksikan ritual manten tebu itu.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#manten tebu #giling tebu #radar kediri terkini #pabrik gula kediri