Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Wow! Emak-Emak di Kediri ini Raup Cuan Hingga Jutaan Rupiah dari Hasil Pladu

Habibah Anisa M. • Selasa, 29 April 2025 | 22:11 WIB
Salah satu pedagang ikan saat pladu meraup jutaan rupiah.
Salah satu pedagang ikan saat pladu meraup jutaan rupiah.

Flushing bendungan Wlingi dan Waduk Lodoyo Blitar menjadi berkah bagi masyarakat khususnya Kediri.

Sebab kegiatan tersebut membuat banyak ikan mabuk di sepanjang aliran sungai. Warga berlomba-lomba mengambil ikan untuk dikonsumsi maupun dijual.

HABIBAH A. MUKTIARA, Kabupaten JP Radar Kediri

Sejak pagi suasana berbeda terjadi di sepanjang Jalan Kediri-Kertosono. Tepatnya berada di Desa Putih, dan Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo.

Di beberapa titik jalan tersebut, terlihat orang-orang menawarkan ikan.

Keberadaan penjual ikan dadakan ini menarik perhatian setiap pengendara yang melewati jalan tersebut.

Akibat banyaknya warga yang berhenti di bahu jalan. Sempat membuat arus lalu lintas menjadi padat. “Ikannya Mas Mbak monggo,” teriak pedagang saat ada kendaraan lewat.

Tempat jualan mereka cukup sederhana. Ikan tangkapan mereka digelar di karung. Penjualnya duduk langsung di rerumputan.

Disebelahnya ada alat timbangan bandul. Agar tetap terlihat segar, ada yang meletakkan es batu di ikan jualannya.

Dari puluhan pedagang di sepanjang jalan tersebut. Lapak jualan ikan Sri Budi Aningsih cukup menarik perhatian.

Berada dibawah billboard Tahu Poo, lapak jualan perempuan 55 tahun ini terlihat ramai padahal ikan yang dijual belum datang. “Sebentar ya, ikannya masih diambilkan,” ujar Sri kepada pembeli.

Tidak lama kemudian, ada laki-laki datang membawa karung berisikan ikan. Karung tersebut langsung ditumpahkan di karung yang sudah di beber.

Begitu ikan ditumpahkan, pembeli langsung menyebutkan beberapa banyak yang akan dibeli.

Berbagai jenis ikan keluar dari karung tersebut. Mulai ikan rengkik, wader, dan nila. Dari semua ikan tersebut, yang paling banyak adalah ikan rengkik dan wader. Karena semua ikan masih dalam kondisi hidup.

Ikan tersebut sempat berontak ingin kabur. “Awas kepatil,” tutur perempuan asal Dusun Susuhan, Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo.

Sri membuka tempat jual ikan dadakan sejak subuh. Dimana ia mengikuti pladu bersama dengan tujuh anggota keluarganya.

Mereka berbagi tugas, dimana yang laki-laki mencari ikan. Sedangkan yang perempuan bagian yang menjual.

Ikan yang dijualnya selalu segar. Sebab begitu datang selalu langsung habis. Bahkan membuat Cangluk tidak ingat sudah beberapa kali masuk sungai mengambil ikan.

“Ambil ikannya pakai anco yang dipasang,” ujar Cangluk.

Cangluk ini adalah keluarga Sri yang membantu mencari ikan. Selain menggunakan anco, untuk mengambil ikan juga menggunakan samber dan cundek.

Peralatan untuk menangkap ikan tersebut menghabiskan sekitar Rp 600 ribu. “Jarinya harus diganti, karena rawan rusak,” imbuhnya.

Cangluk mengatakan bahwa ikan tahun ini lebih banyak dibanding tahun kemarin. Dari semua tangkapannya, kebanyakan adalah ikan rengkik.

Ukuran ikan rengkik tangkapannya ada yang beratnya mencapai 3 kilogram lebih. “Memasang anco setelah isya, nunggu sampai subuh baru dapat. Jadi belum tidur sampai sekarang, ” aku laki-laki bertato tersebut.

Namun usaha keluarga Sri membawa hasil yang bagus. Dari penjualan ikan mulai pukul 05.00 WIB hingga 12.26 WIB, mereka berhasil mendapatkan uang Rp 6,5 juta.

Uang tersebut nantinya akan dibagi rata dengan anggota keluarganya. Sedangkan ikan yang tersisa sedikit itu nantinya akan mereka goreng untuk lauk makan.

Tidak hanya Sri, lapak jualan Lukman juga terlihat ramai. Laki-laki asal Desa Sambirejo ini menjual ikan sungai dengan wadah gabus. “Kalau saya ini pengepul ambil dari penangkap ikan mbak,” aku Lukman.

Lukman mengaku bahwa ikan jualannya tidak hanya berasal dari tangkapan di wilayah Kediri saja. Namun ia juga mengambil dari wilayah Blitar.

Untuk mendapatkannya setelah flushing dilakukan. “Setelah flushing daerah sana langsung nyari, jadi saya kesana langsung,” imbuhnya.

Laki-laki berusia 40 tahun ini menjual beberapa jenis ikan. Selain wader dan rengkik.Ia juga menjual ikan kutuk.

Dari semua jenis ikan, yang paling dicari adalah ikan rengkik. “Mulai jualan dari maghrib hingga sekarang, baru dapar sekitar lima juta lebih,” aku Lukman.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #pladu waduk #Pladu Sungai Brantas