Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Satpol PP Kabupaten Kediri Jaring 15 Anjal dan Gepeng Sekali Operasi

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 19 April 2025 | 15:42 WIB

TERJARING RAZIA: Seorang gepeng menunjuk petugas Satpol PP saat diangkut ke dalam truk.
TERJARING RAZIA: Seorang gepeng menunjuk petugas Satpol PP saat diangkut ke dalam truk.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Keberadaan anak jalanan, gelandangan, pengemis (anjal gepeng) di sejumlah titik di Kabupaten Kediri kembali menjadi sorotan. Tak hanya meresahkan pengguna jalan sebagian dari mereka bahkan terindikasi melakukan eksploitasi terhadap anak-anak. 

Menyikapi hal tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri terus melakukan operasi penertiban secara rutin.

Baca Juga: Waspada Pohon Tumbang Mulai Melanda di Kota Kediri 

Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan, di Kabupaten Kediri, titik-titik keberadaan anjal gepeng tersebar di beberapa wilayah.

Seperti di simpang empat Masjid An-Nur Pare, simpang empat Badas, simpang empat Pasar Kandangan, serta di wilayah Ringinrejo.

Baca Juga: Seorang Pemuda Kediri Meninggal Tertabrak Kereta Api, Sengaja karena Terbelit Utang?

“Kalau di wilayah seperti Ngadiluwih dan perempatan Papar tidak terlalu banyak. Tapi di barat sungai seperti perempatan Banyakan dan Jongbiru, cukup sering muncul aduan.

Kadang-kadang mereka ini menempati area publik atau bahkan area privat warga, dan kalau diingatkan justru malah menantang,” jelas Kaleb. 

Baca Juga: Damkar di Kediri Tangkap Monyet dan 3 Ekor Ular 

Kaleb mengatakan, dari beberapa anjal gepeng yang ditemuinya, tidak semuanya merupakan warga Kabupaten Kediri. Justru sebagian besar dari mereka merupakan pendatang dari luar daerah. 

“Beberapa di antaranya bahkan tergabung dalam komunitas punk yang kerap ditemui di kawasan seperti Kandangan, Pare, Ringinrejo, dan bukan warga setempat,” jelasnya.

Baca Juga: Diduga Mengantuk, Truk Kontainer Bermuatan Sagu Hantam Rumah Warga Pagu Kediri

Kaleb mengatakan, dari beberapa anjal dan gepeng yang ditemuinya, tidak jarang dia menemukan kasus eksploitasi anak. Adapun anak dari para anjal dan gepeng ini dijadikan untuk menarik simpati warga. 

“Di Pare pernah juga ada kasus eksploitasi anak yang sampai viral,” terang Kaleb.

Menindaklanjuti banyaknya anjal dan gepeng, Satpol PP minimal melakukan penertiban seminggu sekali.

Baca Juga: Diduga Mengantuk, Truk Kontainer Bermuatan Sagu Hantam Rumah Warga Pagu Kediri 

Kaleb mengatakan, dalam satu operasi, bisa ditemukan 5 hingga 15 orang dari berbagai titik. Mereka yang tertangkap akan didata, difoto, dan diminta menandatangani surat pernyataan. Jika masih mengulangi, mereka akan diserahkan ke Dinas Sosial untuk dibina lebih lanjut.

Satpol PP sendiri hanya berwenang dalam penertiban di lapangan. Sedangkan proses pembinaan dan reintegrasi sosial menjadi tugas dari Dinas Sosial. Meski begitu, Kaleb berharap masyarakat juga ikut berperan aktif.

Baca Juga: Warga Plosoklaten Kediri yang Sumurnya Tercemar Dapat Dropping Air Bersih

“Kadang niat pengguna jalan itu baik, ingin bersedekah. Tapi yang diberi belum tentu tepat. Ada kasus di mana uang yang diberikan malah dipakai untuk beli miras, bukan untuk makan. Kalau mau membantu, lebih baik lewat jalur yang lebih tepat seperti yayasan atau lembaga resmi,” pesannya.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak ragu melaporkan keberadaan anjal dan gepeng yang meresahkan. “Laporan bisa disampaikan langsung ke Satpol PP melalui media sosial resmi Pemkab Kediri atau kanal Halo Masbup,” jelasnya. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

 

Editor : rekian
#kabupaten kediri #satpol pp #eksploitasi anak #razia #operasi #anjal dan gepeng