Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Warga Plosoklaten Kediri yang Sumurnya Tercemar Dapat Dropping Air Bersih

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 12 April 2025 | 04:16 WIB
Photo
Photo

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Gejolak warga yang terimbas pencemaran air sumur di Desa Plosolor, Kecamatan Plosoklaten berusaha diantisipasi. Salah satunya dengan dropping air bersih yang berlangsung sejak kemarin (11/3).

Dropping tersebut dilakukan oleh PT Sinergi Gula Nusantara MKSO Tebu Kebun Dhoho. Rencananya, dropping tersebut akan dilakukan hingga hasil laboratorium tentang sumber pencemaran diperoleh.

“Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait, terutama terkait hasil pengambilan sampel kemarin. Seperti apa hasilnya dan apa sumber pencemarannya,” terang Manajer Umum PT SGN MKSO Tebu Kebun Dhoho Ardi Meidianto Putra, ditemui di lokasi dropping air kemarin.

Menurut Ardi, pihaknya berinisiatif memberikan bantuan air bersih kepada warga. Tujuannya agar mereka  bisa melakukan rutinitas seperti biasa. Terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Karena itulah dropping air akan dilakukan hingga semua permasalahan jelas.

“Rencana dropping sampai dengan sumbernya (pencemaran) ketahuan. Dari mana (asal) pencemaran ini ditemukan. Karena dari beberapa hasil memang ditemukan ada beberapa zat yang belum sesuai dengan pupuk yang sempat kami tabur di kebun depan seberang rumah warga," urainya.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, dropping air bersih berlangsung mulai pukul 14.30. Warga yang airnya tercemar langsung memenuhi area dropping. Ada yang membawa timba, kemasan air isi ulang, dan wadah lainnya untuk mengisi air dari tandon yang telah disediakan PT SGN MKSO Tebu Kebun Dhoho.

Menurut Ardi, mereka menyiapkan tujuh tandon berkapasitas seribu liter. Tandon-tandon tersebut yang akan diisi air bersih setiap pagi.

"Nanti kalau ada tandon-tandon lain akan kami isi juga. Ke depannya kami akan terbuka dengan pihak lain terkait bantuan-bantuan tendon. Yang mana akan kami bantu untuk pengisian air," jelasnya.

Bantuan air bersih tersebut tentu saja disambut gembira warga yang sumurnya tercemar. Seperti  Buduah misalnya, 60. Dia mengaku senang dengan bantuan air bersih tersebut. Sebab, sejak Januari lalu dia harus mengambil air dari rumah kerabatnya.

"Sebenarnya tidak terlalu jauh. Tapi karena pakai galon otomatis harus naik motor. Dan kalau saya tidak bisa, yang bisa anak saya," jelasnya.

Bintoro Edi, 37,  juga mengatakan hal serupa. Namun dia menganggap masih kurang. Karena satu tandon harus dibagi untuk rumah. Juga, pengisiannya hanya sehari sekali.

"Kalau dibagi tiga rumah ya bisa kurang kalau dropping cuma sehari sekali," kilahnya.

Untungnya, pihak desa masih menambah. Menurut Edi, jika warga merasa kurang bisa melapor ke pemerintah desa (pemdes).

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti mengatakan, pemberian air bersih itu merupakan niat baik untuk membantu masyarakat. Meskipun sumber pencemaran belum diketahui.

"Dari pemkab sendiri, kami sudah berkoordinasi dengan BPBD untuk droping air bersih. Jadwal sedang kami susun. Termasuk juga dari DLH jika tambahan bantuan air bersih diperlukan akan kami bantu," jelasnya sembari mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil lab keluar.

Diberitakan sebelumnya, belasan sumur milik warga di Dusun Plosolor, Desa Plosolor, Kecamatan Plosoklaten tercemar zat asing yang belum diketahui. Akibatnya, selain keruh air juga berbau seperti comberan. Membuatnya tak layak dikonsumi. (sad/fud)

 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#berita radar kediri #plosoklaten #pencemaran lingkungan #air bersih