Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

DLH Kabupaten Kediri akan Ambil Sampel Air Sumur Warga yang Tercemar, PT SGN Tepis Tudingan Blotong Sebagai Sumber Cemaran

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 10 April 2025 | 05:11 WIB
Photo
Photo

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Pemkab Kediri merespons cepat kasus tercemarnya belasan sumur warga di Desa Plosolor, Plosoklaten.

Setelah tim dinas lingkungan hidup (DLH) melakukan observasi ke lokasi pencemaran Selasa (8/4) lalu, besok Kamis (10/4) rencananya tim akan mengambil sampel air sumur untuk diuji di laboratorium.

Kepala DLH Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti mengatakan, rencananya DLH akan mengambil sampel air di 11 titik. “Kami akan ambil sampel untuk dikirim ke laboratorium,” kata Putut kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Belasan titik sampel air, menurut Putut terdiri dari beberapa kondisi. Yakni, air dari sumur yang tercemar. Kemudian, air sumur yang tidak tercemar sebagai pembanding.

Tidak hanya itu, DLH juga akan mengambil sampel tanah di perkebunan yang diberi limbah blotong yang diduga sebagai sumber pencemaran. “Semua akan kami ambil sebagai sampel,” lanjut Putut.

Terpisah, Manajer Keuangan dan Umum PT Sinergi Gula Nusantara MKSO Tebu Kebun Dhoho Ardi Meidianto Putra mengatakan, berdasar hasil diskusi dengan DLH, Kebun Dhoho, Pabrik Gula Pesantren Baru dan pihak desa sudah turun ke lapangan pada Selasa (8/4) lalu.

Hasilnya, ada beberapa temuan sementara. Menurut hasil pemeriksaan, menurut Ardi ada air sumur yang jernih tapi mengeluarkan bau mirip besi atau karat.

Saat didiamkan selama satu jam akan menjadi keruh. Ada pula yang menimbulkan kerak di bak tampungan air.

Selebihnya ada air sumur yang airnya berminyak dan mengeluarkan bau mirip comberan atau bau got.

Tidak hanya itu, ada air sumur warga yang jernih tapi terdapat endapan yang menyebabkan sangat bau seperti tinja.

“Ada yang berbau pesing atau seperti kotoran. Ada pula yang berbusa,” terang Ardi.

Internal Kebun Dhoho, lanjut Ardi, juga sudah melakukan pengecekan air di dua sumur milik unit produksi kompos yang menampung blotong.

“Airnya dalam kondisi jernih dan tidak berbau,” ungkap Ardi sembari menyebut Kebun Dhoho juga mengecek sumur milik perusahaan di dekat pabrik kompos yang tidak berbau.

Dengan berbagai temuan itu, Ardi mengklaim cemaran air di sumur warga bukan karena limbah blotong yang disebar di lahan perkebunan dekat pemukiman warga.

Sebab, berdasar pemantauan lapangan ada sumur yang letaknya dekat dengan septic tank.“Hasil sampling fisik terhadap sumur tercemar, secara fisik tidak signifikan mengandung blotong yang berfungsi sebagai pupuk organik di tebu,”jelasnya.

Meski demikian, Ardi mengaku masih akan menunggu hasil analisa dari DLH dan instansi terkait yang menelusuri sumber cemaran. Sembari menunggu hasil uji, Ardi menyebut pihak perkebunan berencana memberikan air bersih atau bentuk lainnya sesuai kebutuhan warga terdampak.

Bantuan tersebut menurutnya sebagai bentuk kepedulian kebun atas musibah yang menimpa warga.

“(Bantuan diberikan, Red) sambil menunggu hasil resmi terhadap sumber pencemarnya berasal dari mana,” tandas Ardi.

Terpisah, Munaim, 50, salah satu warga mengatakan puluhan tahun sumur yang terletak di dekat septic tank tidak pernah tercemar. “Baru tercemar ya setelah ada pembuangan blotong banyak (150 truk, Red) pada pertengahan tahun lalu itu. Terasa sejak Januari,” jelas Munaim.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#sumur tercemar #radar kediri #dlh kabupaten kediri #pemkab kediri