KABUPATEN, JP Radar Kediri- Hingga kemarin polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus meledaknya mercon di salah satu rumah di Desa Manggis, Kecamatan Ngancar. Pihak berwajib masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.
“Masih tahap penyelidikan,” ucapnya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kediri kemarin.
Karena itu, dia juga belum bisa memastikan apakah dua korban dalam ledakan itu bisa menjadi tersangka. Sebab, hingga kemarin keduanya belum bisa dimintai keterangan. Masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Mengingat pembuat adalah korban masih menjalani perawatan dan belum memungkinkan dimintai keterangan. Permintaan keterangan baru bisa dilakukan saat korban sudah pulih,” dalihnya.
Memang, dua korban tersebut-Maringga Dwi Anggi Anggara, 28, dan Fananda Tri Wahyu, 14-masih menjalani perawatan di ruang ICU RS Gambiran. Kakak beradik itu mengalami luka bakar parah.
Menurut Humas RSUD Gambiran Nitra Sari, Maringga mengalami luka bakar di selangkangan dan kaki. Sedangkan Fananda luka bakarnya di bagian dada. “Keduanya dalam perawatan intensif,” terangnya.
Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Gambiran Alfan Sugiyanto menambahkan, luka bakar pada Fananda tergolong luas. Mencapai 41 persen. Sedangkan Maringga lebih parah, yaitu 49 persen.
“Pasien semua dalam kondisi sadar,” jelasnya.
Lebih lanjut Alfan menambahkan, Kamis (27/3) malam lalu sudah dilakukan debridemen. Prosedur pengangkatan kulit mati akibat terbakar. Agar proses penyembuhan bisa menjadi lebih cepat.
“Sekitar pukul 19.00 untuk pasien yang luka 49 persen (Maringga). Berikutnya dilanjut ke pasien yang luka 41 persen (Fananda),” terangnya.
Seperti diberitakan, ledakan petasan di rumah Didit Ivan Pariama, 54, di Dusun Sumberurip, Desa Manggis, Ngancar terjadi sekitar pukul 12.00. Saat kejadian Maringga dan Fananda, anak Didit sedang meracik petasan.
Sekitar pukul 10.00 bersama Sefigo Towis Dhohir Muhaimin, 15, temannya, mereka meracik obat mercon. Mencampur bahan berupa obat booster kelengkeng, belerang dan ACL. Pencampurannya dengan cara diblender,
Setelah semua bahan tercampur, pemuda yang akrab disapa Dhohir itu pulang. Tujuannya mengambil selongsong yang akan diisi obat mercon. Selanjutnya, sekitar pukul 11.45, dia Kembali ke rumah Maringga dengan membawa selongsong. Ternyata, obat mercon yang diblender itu sudah meledak.
Meledaknya petasan itu bukan yang pertama dalam seminggu ini. Sebelumnya, Minggu (23/3) malam juga terjadi peristiwa serupa. Kali ini korbannya adalah Anton Nugroho, satpam berusia 32 tahun asal Desa Ketawang, Kecamatan Purwoasri. Dia nyaris tewas karena mercon di rumahnya meledak.
Satpam ini mengalami luka bakar yang cukup serius. Mencapai 68,5 persen dengan grade 2.
Wadir pelayanan RSUD Kabupaten Kediri (RSKK) Binti Ratna Khomsiyatin mengatakan, bahwa pada Kamis (27/3) lalu, korban sudah bisa pulang.
“Alhamdulillah kemarin sudah bisa keluar rumah sakit. Kondisi stabil. Sebelum pulang sudah kami edukasi untuk tata cara perawatan luka dan edukasi diet untuk menunjang penyembuhan” jelasnya.
Dia mengatakan, bahwa kondisinya sudah berangsur membaik. kulit bekas terbakar sudah mulai mengelupas. Dan tidak ada infeksi.
“Perkiraan sembuh secara teori insyaallah sekitar tiga minggu. Selama di RS rawat luka secara terbuka dengan oles cream tiap 2-3 hari,” jelas Binti.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira