Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tersapu Angin, Atap Rumah Warga di Kecamatan Mojo Kediri Jebol

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 14 Maret 2025 | 17:43 WIB
: Atap rumah Alifah, 31, yang jebol setelah tersapu angin kencang pada Rabu (12/3) sore lalu belum diperbaiki hingga kemarin.
: Atap rumah Alifah, 31, yang jebol setelah tersapu angin kencang pada Rabu (12/3) sore lalu belum diperbaiki hingga kemarin.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kabupaten Kediri pada Rabu (12/3) lalu membawa bencana. Rumah Alifah, 31, warga Dusun Sumberjati, Desa Keniten, Mojo, rusak tersapu angin kencang.

Dia pun hanya bisa pasrah melihat rumah yang baru selesai dibangun itu kembali porak-poranda.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, hujan deras mengguyur lereng Gunung Wilis itu sejak pukul 14.30. Selang 30 menit kemudian, tiba-tiba angin kencang menyapu sekitar rumah Alifah di Dusun Sumberjati, Desa Keniten.

“Tiba-tiba langsung bresss gitu hujannya,” kenang Siyami, 50, ibu Alifah, tentan hujan deras disertai angin kencang Rabu sore lalu.

Saat kejadian, Siyami sedang berada di rumah Alifah Bersama dua cucunya. Melihat hujan bercampur angin, dia langsung menutup pintu rumah.

Beberapa saat kemudian dia mengajak dua cucunya ke bagian belakang rumah.

Keputusan Siyami sore itu benar-benar tepat. Sebab, beberapa detik kemudian dia mendengar suara gemuruh dari bagian ruang tamu.

Braaakkk! Atap dengan rangka galvalume beserta plafon di rumah itu beterbangan.

“Saya lihat sudah ambrol semua. Saya lemas. Lihat kedul-kedule air dan angin. Saya langsung lari ke belakang dengan cucu-cucu,” lanjutnya.

Melihat bencana tersebut, dua cucu Siyami pun ikut panik. “Mak, omahe ilang,” tutur Siyami menirukan ucapan cucunya yang ikut panik melihat angin memorak-porandakan atap rumahnya.

Dalam kondisi hujan deras, air langsung masuk ke dalam rumah. Akibatnya, lantai rumah Alifah pun kebanjiran.

Selain kerusakan tersebut, beberapa perabotan di dalam rumah juga rusak.

“Meja kaca juga kejatuhan (plafon dan atap, Red) jadi pecah sebagian. Anak saya (Alifah) nangis karena rumah yang baru dibangun sudah rusak lagi,” paparnya.

Pantauan koran ini, rumah berukuran sekitar 5x8 meter itu memang baru selesai dibangun. Bahkan, tembok bagian dalam rumah baru selesai diplamir dan belum dicat.

Untuk lantainya juga baru sebagian saja yang sudah dipasang keramik. “Alat-alat tukangnya juga belum dibawa pulang.

Memang baru saja selesai dibangun,” tutur Siyami bersyukur karena anak dan cucunya selamat meski tempat tinggalnya rusak.

Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KAbupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno menyebut timnya sudah turun ke lokasi kejadian untuk melakukan asesmen.

Berdasar hitungan sementara, kerugian ditaksir mencapai Rp 7 juta.

Menindaklanjuti bencana tersebut, Djoko mengaku sudah menyalurkan bantuan logistik. “Kami sudah memberikan bantuan sembako dan beberapa peralatan lainnya seperti selimut dan terpal,” jelasnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Jauhar Yohanis
#radar kediri #lereng gunung wilis #angin kencang #jawapos #hujan deras #hujan bercampur angin