KEDIRI, JP Radar Kediri- Polres Kediri mengintensifkan penyelidikan untuk memburu orang tua pembuang bayi di Desa Tunglur, Badas.
Hanya saja, tidak adanya rekaman closed circuit television (CCTV) dan saksi terkait kejadian tersebut, membuat korps baju cokelat kesulitan mengendus identitas orang tua yang tega berbuat keji terhadap darah dagingnya sendiri itu.
Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Fauzy Pratama melalui Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Ipda Heri Wiyono mengatakan, hingga kemarin pihaknya terus menyelidiki kasus pembuangan bayi laki-laki di saluran drainase Desa Tunglur itu.
“Kami lanjutnya penyelidikan untuk mengungkap siapa orang yang tega membuang bayi malang itu,” kata Heri.
Dalam penelusuran, diakui Heri pihaknya mendapati kendala. Yakni karena tidak adanya saksi yang mengetahui peristiwa itu.
Baca Juga: Heboh! Penemuan Bayi Laki-Laki di Depan Rumah Warga Gadungan Puncu Kabupaten Kediri
Selebihnya, di sekitar lokasi kejadian juga tidak ada CCTV yang bisa menjadi petunjuk untuk melacak.
“Namanya di wilayah kampung. Beda cerita kalau di desa tapi di pinggir jalan raya,” lanjutnya tentang kemungkinan adanya petunjuk yang mempermudah penyelidikan.
Meski demikian, berdasar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi yang sudah diperiksa, menurut Heri dimungkinkan pembuangan bayi dilakukan di lokasi lain.
Selanjutnya, mayat bayi terbawa ke TKP karena hanyut.
“Itu yang masih kami selidiki,” terangnya sembari menyebut kemarin mayat bayi masih diotopsi di RS Bhayangkara.
Terpisah, Kepala Desa Tunglur, Badas Mashudi mengungkapkan, pihaknya sudah mendata warga usia produktif.
Baca Juga: Penemuan Bayi Berselimut di Kap Mobil, Ini Langkah Polisi
Hasilnya, tidak ada warganya yang terindikasi hamil dan baru saja melahirkan. “Sampai saat ini (12/3) belum ada temuan yang mengarah kepada pelaku,” jelasnya.
Dia memprediksi pelaku bukanlah warga sekitar. Apalagi, lokasi penemuannya di saluran drainase yang muaranya bukan dari Desa Tunglur.
“Saya rasa begitu (pelaku bukan warga Desa Tunglur, Red),” tandasnya.
Seperti diberitakan, warga Dusun/Desa Tunglur, Badas geger setelah sekitar pukul 06.00 Selasa (11/3) pagi ditemukan mayat bayi di drainase setempat.
Bayi dalam kondisi telanjang itu dalam kondisi membengkak. Posisi tubuhnya tertelungkup di saluran yang dangkal.
Adalah Masrur, orang pertama yang menemukan mayat bayi tersebut.
Pria yang sedang bersih-bersih di halaman rumahnya itu mencium bau busuk dari arah drainase di depan rumahnya. Saat didekati, ternyata ada mayat bayi laki-laki di sana.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah