Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Warga di Nyawangan Kediri Ini Swadaya Pasang Palang Pintu Non Permanen, Cegah Kecelakaan Kereta Api Berulang 

Hilda Nurmala Risani • Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56 WIB

AMAN: Warga menjaga perlintasan sebidang menggunakan palang pintu dari bambu di Desa Nyawang, Kreas.
AMAN: Warga menjaga perlintasan sebidang menggunakan palang pintu dari bambu di Desa Nyawang, Kreas.

KEDIRI, JP Radar Kediri– Kecelakaan kereta api di Kediri sudah kerap memakan korban. Selain di Kecamatan Ngadiluwih, perlintasan sebidang di Desa Nyawangan, Kecamatan Kras juga sering terjadi. 

Pada 2024 silam, ada tiga nyawa melayang di perlintasan sebidang Desa Nyawangan, Kras. Pertama laka KA (kereta api) dengan sepeda motor. Peristiwa itu menelan dua korban jiwa. Dan terakhir pada Desember 2024, dengan mobil ambulans. 

Baca Juga: Duh Rumah di Tepus Kediri Dilalap si Jago Merah, Diduga karena Api Rokok

Untuk mencegah agar peristiwa maut itu tidak terulang, warga kemudian swadaya memasang palang pintu manual. Sunarto, 55, warga Desa Nyawangan, Kecamatan Kras mengatakan, palang pintu dari bambu itu dipasang agar tidak ada lagi kecelakaan.

Menurutnya, insiden kecelakaan yang terjadi di perlintasan sebidang di desanya itu disebabkan karena pengendara kurang fokus. “Biasanya tergesa-gesa,” ucapnya. 

Baca Juga: Polisi Buru Pelaku Buang Bayi di Badas Kediri, Libatkan Petugas Posyandu

Selain memasang palang pintu, di lokasi tersebut juga ada sukarelawan yang bergantian menjaga perlintasan sebidang. “Di sini (perlintasan sebidang Desa Nyawangan, Red) sepi,” ucapnya. 

Kondisi serupa juga diterapkan di lintasan kereta api sebidang tanpa palang pintu di Jalan Puntodewo, Desa Purwodadi, Kecamatan Kras. Maryono, 58, warga setempat mengungkapkan, upaya pemasangan bambu ini untuk meminimalkan kasus kecelakaan di desanya. 

Baca Juga: Innalillahi, Seorang Laki-Laki di Kediri Ditemukan Membusuk di Irigasi Sawah

Semua warga desa yang ada di dekat perlintasan saling membantu menjaga dan mengingatkan pengendara saat ada kereta api yang hendak lewat di perlintasan sebidang di desanya. “Kalau tidak ada saya. Pedagang yang ada di warung makan juga membantu memberi tanda. Kami akan berteriak memberi tahu warga jika ada kereta yang akan melintas,” tuturnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

 

Editor : rekian
#kras #kediri #ngadiluwih #kecelakaan kereta api #ambulans