Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Polisi Buru Pelaku Buang Bayi di Badas Kediri, Libatkan Petugas Posyandu

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 12 Maret 2025 | 16:54 WIB
Sejumlah personel polisi mengecek kondisi drainase tempat penemuan ma yat bayi laki-laki kemarin pagi.
Sejumlah personel polisi mengecek kondisi drainase tempat penemuan ma yat bayi laki-laki kemarin pagi.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Temuan mayat bayi laki-laki yang menghebohkan warga Dusun/Desa Tunglur, Kecamatan Badas, sekitar pukul 06.00 kemarin direspons cepat oleh Polres Kediri. Mereka langsung melakukan penyelidikan untuk memburu orang tua yang tega berlaku keji kepada anaknya.

Termasuk melibatkan petugas posyandu untuk mendata para ibu hamil di sekitar tempat kejadian perkara dan daerah lainnya.

Kasatreskrim Polres Kediri AKP Fauzy Pratama melalui Kanit PPA Ipda Heri Wiyono mengatakan, setelah melakukan evakuasi sekitar pukul 07.00 kemarin, pihaknya langsung membawa jasad bayi malang itu ke RS Bhayangkara untuk dilakukan identifikasi.

“Sementara masih divisum. Untuk proses otopsi masih menunggu,” kata Heri dikonfirmasi sekitar pukul 13.30 kemarin. Dari hasil pemeriksaan sementara, kondisi bayi sudah membusuk. Kemudian, punggungnya dikerumuni belatung.

Lebih jauh Heri menyebut, pemeriksaan jenis kelamin bayi kemarin sempat memakan waktu.

Sebab, organnya mulai rusak dan sulit dikenali. Selebihnya, tali pusar di perut bayi juga belum putus. Dari kondisi fisik dia memerkirakan usia bayi antara dua sampai empat hari.

Tak hanya melakukan identifikasi, perwira dengan pangkat satu balok di pundak itu menyebut timnya langsung melakukan penyelidikan. Usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), penyidik langsung memeriksa saksi-saksi.

“Saat ini kami tengah penyelidikan untuk mengungkap siapa orrang tua yang tega membuang bayi tersebut,” jelas Heri.

Sumber koran ini menyebut, pemburuan identitas orang tua yang membuang bayi juga dilakukan dengan menelusuri para ibu hamil. Baik di Kecamatan Badas dan beberapa daerah di dekatnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Tunglur, Badas Mashudi. Menurutnya, pihak desa ikut melakukan penelusuran. Yakni, dengan meminta

petugas posyandu untuk mendata perempuan produktif atau hamil di wilayahnya.

“Untuk ibu hami yang lapor ke posyandu tentu ada. Memang kami selalu mendata untuk memantau perkembangan. Namun untuk yang usia produktif dan mencurigakan kami belum menemukan,” kata Mashudi sembari menyebut petugas posyandu masih diminta mendata mereka.

Lebih jauh Mashudi menyebut sebelumnya juga tidak ada aktivitas mencurigakan di sana.

Karenanya, bisa saja bayi tersebut tidak dibuang di lokasi. Melainkan sampai di sana karena hanyut terbawa air di drainase wilayahnya.

“(Drainase, Red) ada airnya, apalagi saat hujan. Tapi beberap hari terakhir memang airnya sedang surut,” terang Mashudi tentang kondisi saluran irigasi tempat penemuan bayi.

Untuk diketahui, warga Dusun/Desa Tunglur, Badas geger setelah sekitar pukul 06.00 kemarin ditemukan mayat bayi di drainase setempat.

Bayi dalam kondisi telanjang itu tubuhnya sudah membengkak. Posisi tubuhnya tertelungkup di saluran yang dangkal.

Adalah Masrur, orang pertama yang menemukan mayat bayi tersebut. Pria yang sedang bersih-bersih di halaman rumahnya itu mencium bau busuk dari arah drainase di depan rumahnya. Saat didekati, ternyata ada bayi laki-laki tertelungkup di sana.

Jika Masrur mencium bau busuk, tidak demikian dengan Lusiana, 48, istri Masrur. Dia sama sekali tak mencium bau busuk di sana.

“Setiap hari kan anterin anak (sekolah, Red) juga nggak bau,” ceritanya ditemui di rumahnya kemarin.

Seperti halnya Mashudi, Lusiana menyebut saluran air di depan rumahnya baru dialiri air saat hujan turun deras.

Selebihnya kering. Dengan kehebohan yang terjadi kemarin, Lusiana berharap identitas pembuang bayi segera terungkap.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.  

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #bayi #identifikasi #Pelaku Buang Bayi di Badas Kediri #Kasatreskrim #rs bhayangkara #petugas posyandu #jawapos #polres kediri #polisi