Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dalam Setahun, Penderita HIV di Kota Kediri Naik Ratusan Orang

Ayu Ismawati • Selasa, 4 Maret 2025 | 17:15 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Kasus Human Immuno Virus (HIV) di Kota Kediri masih menjadi ancaman.

Selama 2024 lalu, sedikitnya ada penambahan lebih dari 200 kasus. Dinas Kesehatan Kota Kediri beralasan tingginya temuan kasus baru selaras dengan penjangkauan yang semakin luas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Muhammad Fajri Mubasysyir melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Hendik Supriyanto mengatakan, jumlah kasus HIV setiap tahunnya bersifat kumulatif.

Di akhir 2024 saja, total temuan HIV mencapai 2.733 kasus.

“Untuk penambahan baru selama 2024 ada 260 kasus,” kata Hendik.

Dibanding penambahan pada 2023 lalu, diakui Hendik temuan tahun 2024 itu lebih tinggi.

Sebab, selama setahun 2023 hanya ada 234 kasus HIV baru yang tercatat.

Meski demikian, temuan tahun 2022 lebih besar lagi. Yakni, 275 penderita baru.

Terkait tingginya penambahan kasus pada 2024, menurut Hendik hal tersebut dampak dari upaya deteksi dini atau penjangkauan.

Seperti pada 2022 lalu, kasus yang meningkat signifikan itu karena upaya penjangkauan yang efektif kembali pasca-pandemi Covid-19.

“Peningkatan kasus itu sulit diprediksi. Tapi yang jelas, kasus tinggi itu juga terkait upaya penemuan. Kami selama ini masif menjangkau dengan bekerja sama juga dengan teman-teman komunitas,” urainya.

Ditanya tentang ratusan penderita baru HIV yang ditemukan 2024 lalu, menurut Hendik mayoritas justru merupakan warga luar Kota Kediri.

Dari 260 kasus baru, hanya 58 orang yang merupakan warga Kota Kediri.

Rinciannya, dari Kabupaten Kediri ada 117 orang. Sedangkan 85 orang sisanya dari kota atau kabupaten lain.

Dikatakan Hendik, treatment maupun pendataan penderita HIV cenderung berbeda dari penyakit lain.

Karena tidak bisa disembuhkan, data tiap tahunnya pun bersifat kumulatif. Selain itu, tidak sedikit penderita yang terdata sebagai temuan di Kota Kediri namun memutuskan berobat di luar kota.

“Mungkin juga kaitannya sama stigma masyarakat. Akhirnya ada juga yang memilih berobat ke luar Kota Kediri,” ungkapnya.

Terbukti, dari 2.733 kasus kumulatif HIV, hanya 650 orang yang terdata rutin berobat di fasilitas kesehatan di Kota Kediri.

Meski demikian, setiap kali mendapat temuan baru, pihaknya selalu mendorong agar penderita mengakses layanan kesehatan.

“Prinsipnya kami test and treat. Jadi tidak kami beri kesempatan untuk lolos (tanda pengobatan, Red). Sehingga selalu kami hadirkan juga pendamping untuk penguatan psikologis, seperti di kegiatan mobile VCT,” urai Hendik sembari menyebut, pada umumnya penderita yang baru mendapati dirinya terjangkit HIV akan merasa terguncang. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.   

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #Kasus HIV naik #Human Immunodeficiency Virus #penderita hiv #hiv #jawa pos #pencegahan penyakit #kota kediri