KEDIRI, JP Radar Kediri- Hujan deras mengguyur kawasan Lereng Gunung Kelud Kediri pada Jumat siang (28/2).
Curah hujan yang tinggi membuat pasokan air meningkat drastis. Alhasil, banjir kiriman menerjang daerah di bawahnya.
Salah satu yang terdampak adalah Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.
Berdasarkan data yang dihimpun, banjir menerjang sejak sekitar pukul 12.00 WIB. Hal ini diakibatkan sungai tidak bisa menahan debit air yang melimpah.
Akhirnya, air meluber hingga menggenangi jalan. Akibatnya, jalur Plosoklaten-Pare harus ditutup karena air yang deras.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Desa Pranggang Romadhoni. “Karena ini luapannya deras jadi terpaksa ditutup sementara,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Dia mengatakan bahwa air yang meluber itu merupakan kiriman dari sungai di wilayah lereng Kelud.
Yakni dari wilayah Desa Wonorejo Trisulo, Kecamatan Plosoklaten. Notabene, desa tersebut berada di atas desa Pranggang.
Sebenanrnya air yang tumpah di jalan tidak tinggi, namun arusnya cukup deras. Sehingga membahayakan bagi pengendara.
“Banyak material yang hanyut dan masuk ke jalan juga,” tandas orang nomor satu di Desa Pranggang tersebut.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno membenarkan adanya peristiwa ini. Dka mengaku saat ini pihaknya sedang melakukan monitoring dan penanganan.
"Saat ini tim masih di lokasi untuk melakukan pemantauan dan pendataan terkait dampaknya," jelas Djoko. (sad/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita