KEDIRI,JP Radar Kediri– Dri, 24, pemuda asal Kelurahan Kemasan, Kecamatan Kota Kediri membuat gaduh di barak penampungan, Kelurahan Semampir, kemarin.
Dia melakukan tindakan itu karena diduga sedang depresi dan berusaha mencari perhatian petugas dari dinas sosial.
Koordinator Barak PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) Dinas Sosial Kota Kediri Sentot menjelaskan, Dri awalnya ditempatkan di kamar khusus dan terpisah dengan penghuni lain.
Tiba-tiba, terdengar suara gaduh yang berasal dari kamarnya. Ada suara gedor-gedor yang membuat petugas akhirnya mendatangi kamarnya.
“Tadi pas sepi. Dia butuh perhatian dengan teriak-teriak,” papar Sentot.
Baca Juga: ODGJ di Kediri Ini Bikin Gaduh di Barak Penampungan Semampir
Melihat Dri dalam keadaan seperti itu, dua petugas langsung mengecek keadaannya. Dri diajak ngobrol.
“Ketika kami datang, ngobrol, tadinya tidak mau minum obat tapi lama-lama mau,” tambahnya.
Menurut Sentot, Dri hanya kangen ibunya. Sebab ibu dan keluarga Dri masih sering menjenguk di barak. Namun, hari ini keluarganya belum ada yang menjenguk.
“Ya kami beri penjelasan, ibunya mungkin masih masak di rumah,” ucap Sentot.
Baca Juga: Kata BMKG soal Cuaca Ekstrem di Kediri, Masyarakat Harus Hati-Hati
Untuk diketahui, Dri baru empat hari berada di barak penampungan. Awalnya ia dibawa Satpol PP dari rumah budenya. Menurut keterangan, dia kerap mengamuk.
“Akhirnya sama Satpol dititipkan di sini,” ujarnya. Menurut Sentot, kejadian tersebut masih ringan dibanding kejadian yang kerap mereka atasi bersama petugas yang lain.
Sebelum-sebelumnya, pernah sampai melakukan pemukulan, bahkan ada petugas yang sampai dibanting.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah