Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Rawat Inap Puskesmas di Kota Kediri Bakal Keteteran, Ini Penyebabnya

Ayu Ismawati • Jumat, 24 Januari 2025 | 03:47 WIB
ANTRE: Pasien menunggu giliran pemeriksaan di Puskesmas Ngletih kemarin pagi. Puskesmas yang menyediakan layanan 24 jam ini jadi jujukan warga.
ANTRE: Pasien menunggu giliran pemeriksaan di Puskesmas Ngletih kemarin pagi. Puskesmas yang menyediakan layanan 24 jam ini jadi jujukan warga.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Tantangan puskesmas di Kota Kediri sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) semakin berat. Tidak hanya alat-alat kesehatan yang minim. Melainkan juga tenaga sumber daya manusia (SDM) yang masih kurang.

Pengetatan kriteria kegawatdaruratan di instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit yang ditanggung BPJS Kesehatan membuat IGD puskesmas rawat inap rentan tidak bisa melayani maksimal.

Kepala Puskesmas Ngletih dr Fathiyah Rohmah mengatakan, ada beberapa penyakit yang kekurangan tenaga medis. Dia mencontohkan, tenaga fisioterapis yang belum dimiliki puskesmas di perbatasan Kota dan Kabupaten Kediri itu.

Kekurangan itu karena ada keharusan melayani 144 jenis penyakit sampai tuntas di FKTP. “Itu dia melakukan rehab medis pada pasien-pasien. Misalnya pascaoperasi, pascastroke yang harus dilakukan fisioterapi,” ujarnya.

Baca Juga: Berang-Berang Serang Belasan Ribu Ikan di Kecamatan Kras Kediri  

Untuk melengkapi fasilitas SDM tersebut, pihaknya mulai menyampaikan pengajuan untuk penambahan jumlah tenaga di puskesmas. Selain fisioterapis, tenaga psikolog juga sampai saat ini tidak dimiliki puskesmas.

“Dan untuk pemeriksaan laboratorium kami hanya punya satu orang. Jadi kemarin, kami juga mengajukan analis kesehatan. Karena kami ada rawat inap yang memang ada peningkatan pasien akhir-akhir ini sehingga kami butuh satu tenaga lagi,” ungkapnya.

Adapun penerapan kriteria kegawatdaruratan yang bisa di-cover BPJS Kesehatan di IGD rumah sakit berimbas pada meningkatnya kunjungan di puskesmas rawat inap 24 jam.

Dia mencontohkan, pasien dengan keluhan panas demam paling banyak ditemui.

Seperti saat terjadi outbreak demam berdarah yang mengharuskan adanya observasi selama beberapa hari terhadap pasien.

Diberitakan sebelumnya, jumlah puskesmas yang bisa melayani gawat darurat selama 24 jam masih terbatas. Hal ini mendapat sorotan DPRD. Anggota dewan Kota Kediri meminta pemkot bisa lebih mengoptimalkan pelayanan di faskes tingkat pertama. 

Salah satunya dengan menambah jumlah puskesmas 24 jam. Sehingga, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap bisa maksimal menyusul pengetatan kriteria kegawatdaruratan di rumah sakit oleh BPJS. Serta, tuntutan agar 144 jenis penyakit bisa diselesaikan di FKTP.

Baca Juga: Rusak Parah, Jalan Merbabu di Area PG Meritjan Kediri Diperbaiki

Anggota Komisi C DPRD Kota Kediri Ashari berpendapat, rumah sakit di Kota Kediri terkenal sering menjadi rebutan masyarakat, bahkan dari luar Kota Kediri. Karenanya, dengan pengetatan layanan BPJS Kesehatan di RS, menurutnya pemkot harus segera memperbanyak layanan puskesmas rawat inap dengan IGD 24 jam.

“Perlu diperbanyak puskesmas dengan fasilitas rawat inap. Tentunya di situ ada IGD, ada dokter jaga, seperti contoh Puskesmas Ngletih itu kan bisa menerima pasien kapanpun,” ujarnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 

 



Editor : rekian
#rawat inap #igd #sdm #puskesmas #kota kediri